Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kehidupan kedua sampah plastik jadi furnitur cantik

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 16:05 WIB | Oleh:

Kemudian di kawasan hilir, yakni pesisir pantai di Kabupaten Badung, di antaranya Pantai Kedonganan Jimbaran dan Pantai Kuta yang nyaris setiap tahun terdampak sampah plastik akibat pengaruh cuaca buruk atau dikenal angin barat.

Tidak hanya di perairan, bersama para relawan pihaknya juga mengambil sampah plastik di kaki Gunung Agung sebagai dampak aktivitas manusia yang melakukan pendakian di gunung api tertinggi di Bali itu.

Total sejak berdiri pada 2020, organisasi itu sudah mengumpulkan lebih dari 3,2 juta kilogram sampah plastik atau sekitar 3.200 ton dari perairan di Indonesia.

Sementara itu, menurut Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) setiap tahun diperkirakan 19-23 juta ton sampah plastik bocor hingga ke ekosistem perairan dunia, mencemari danau, sungai dan laut, sehingga menjadi masalah global bersama.

Ekonomi sirkular

Sampah plastik berupa tutup botol, botol plastik, dan sampah kemasan masih menjadi incaran pemulung, namun sampah kantong plastik atau kresek sama sekali tidak dilirik oleh mereka.

Organisasi itu mencatat sekitar 36 persen dari 3,2 juta kilogram lebih sampah plastik yang telah dikumpulkan tersebut, di antaranya berupa kantong plastik.

Bisa dibayangkan jika sampah plastik itu mencemari tanah di daratan yang membutuhkan waktu ratusan tahun agar terurai, kemudian menjadi polusi di lautan, merusak ekosistem di dalamnya, sehingga berdampak juga kepada kehidupan manusia.

Di sini lah peran penting komunitas itu melalui cabangnya, yakni Sungai Design yang memproduksi sampah kantong plastik dari relawan itu menjadi produk furnitur bernilai tinggi di Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Untuk satu produksi kursi dan bangku membutuhkan sekitar 25-30 kilogram sampah plastik. Pastinya itu memberi pengaruh yang besar bagi lingkungan hidup jika sampah plastik secara berkelanjutan bertransformasi menjadi barang bernilai.

Kantong plastik yang sudah dibersihkan, kemudian dicacah menjadi butiran-butiran kecil, lalu dipanaskan dengan suhu tinggi dan dipadatkan.

Memanfaatkan teknologi mesin presisi tinggi yang dikendalikan komputer (CNC), padatan keras itu kemudian dipahat menjadi beberapa bagian panel berbagai bentuk yang akan dirakit menjadi mebel.

Mebel berupa kursi, meja, hingga tempat tisu tersebut berbahan 100 persen kantong plastik yang tidak biasa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.