Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Awas Bahaya Anak Kecanduan Game! Solusinya Perbaiki Pola Asuh, Bangun Relasi!

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pendekatan ini membantu mengembangkan disiplin diri dan kepatuhan anak berdasarkan pemahaman mereka, bukan karena paksaan. Dengan begitu, anak lebih mampu mengatur waktu bermain gim secara sehat dan terhindar dari kecanduan.

2. Terkoneksi secara emosional

Orang tua bisa mencegah anak kecanduan gim dengan lebih terhubung secara emosional dengan anak. Berikan kasih sayang dan perhatian, agar kamu bisa membangun hubungan yang erat dan penuh pengertian dengan anak.

Lakukan kegiatan bersama agar kamu bisa memahami apa yang sedang dialami anak. Jalin komunikasi yang baik. Dengarkan alasan anak bermain gim, serta bantu mereka memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, berikan batasan waktu main gim yang jelas dan konsisten. Sebagai orang tua, kita perlu memberikan contoh penggunaan teknologi yang bijak kepada anak.

3. Bangun kompetensi anak

Dukung perkembangan kompetensi anak dengan memberikan mereka tanggung jawab harian, kesempatan untuk merencanakan aktivitas bersama, menetapkan target bersama, serta menegakkan aturan yang telah disepakati secara konsisten.

Contohnya, ajak anakmu bersepeda di Minggu pagi. Berikan tanggung jawab kepada anak untuk memastikan ban, rantai, dan rem sepedanya berfungsi dengan baik—termasuk menyiapkan perlengkapan pribadi (helm, botol minum, dan pakaian bersepeda).

Ajak anak berdiskusi merencanakan rute gowes dan titik istirahatnya. Lalu, tetapkan target dan aturan bersama, misalnya bersepeda sejauh 6 kilometer (km), wajib pakai helm, tidak boleh balapan, dan berhenti di titik yang disepakati.

Selain itu, kamu bisa membangun kompetensi anak dengan mendorong mereka mengikuti berbagai macam kegiatan (seperti olahraga, seni, maupun kegiatan sosial) agar anak tidak hanya terpaku pada gim.

Ketika anak merasa percaya diri dengan kemampuannya di dunia nyata (seperti di bidang akademis, olahraga, atau keterampilan lain), mereka tidak akan terlalu bergantung pada gim sebagai satu-satunya alat pemuas diri.

Menjadi orang tua yang “hadir”

Kebutuhan psikologis dasar anak akan terpenuhi dengan kehadiran orang tua pada setiap fase hidup mereka, termasuk masa remaja yang sangat krusial dalam pembentukan identitas diri anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.