Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Bahaya Anak Kecanduan Game! Solusinya Perbaiki Pola Asuh, Bangun Relasi!

📅 Sabtu, 24 Mei 2025, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Awas Bahaya Anak Kecanduan Game! Solusinya Perbaiki Pola Asuh, Bangun Relasi! Doc: The Conversation

Ersa Lanang Sanjaya, Universitas Ciputra

Anak kamu kecanduan main gim (game) sampai tantrum ketika diminta berhenti? Bisa jadi ada yang salah dengan pola asuh yang kamu pilih dan caramu membangun relasi dengan anak.

Contohnya, kamu lebih sering memberikan gawai kepada anak karena tidak tahu cara berkomunikasi dengan mereka. Padahal, anak membutuhkan bimbingan, kasih sayang, perhatian, dan dorongan positif dari orang tua.

Membiarkan anak bermain gim tanpa pengawasan justru menyebabkan kebutuhan psikologis anak tidak terpenuhi. Anak akan merasa diabaikan dan kesepian, sehingga sebagai pelarian, mereka bermain game hingga mengalami kecanduan.

Agar mereka terlepas dari kecanduan, orang tua perlu berperan aktif dalam memenuhi kebutuhan psikologis anak.

Pola asuh tepat solusi anak kecanduan

Penelitian tahun 2024 di Kota Gresik, Jawa Timur, mengungkapkan bahwa pola asuh yang berfokus memenuhi kebutuhan psikologis dasar anak dapat mengurangi maupun mencegah risiko kecanduan gim pada anak.

Dengan memenuhi kebutuhan psikologis dasar anak (seperti wewenang, kompetensi, dan keterhubungan sosial) kita dapat membantu mereka mengembangkan kontrol diri yang lebih baik saat bermain gim.

Pola asuh yang bisa diterapkan agar anak tidak kecanduan gim, antara lain:

1. Pola asuh otoritatif

Pola asuh otoritatif memberikan anak wewenang melakukan hal yang ia sukai, tetapi orang tua tetap mengawasi aktivitas mereka.

Sejak usia dini, kita perlu membatasi akses anak terhadap objek yang terlalu menarik, termasuk gim.

Selain itu, orang tua perlu menghadapi respons penolakan dari anak dengan cara yang positif. Misalnya, berikan alasan yang jelas soal pembatasan main gim, mintalah dengan sopan, serta berikan komentar dan saran yang membangun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

47 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.