Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH Tegaskan Dukungan pada Kearifan Lokal untuk Perkuat Konservasi

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH Tegaskan Dukungan pada Kearifan Lokal untuk Perkuat Konservasi Doc: Antara
Ket. Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq (kiri) dan Deputi PPKL KLH Rasio Ridho Sani dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/5).

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan memperkuat kearifan lokal yang berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dalam upaya mendukung konservasi ekosistem di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam konferensi pers peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2025 di Jakarta Timur, Kamis (22/5), Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq berencana memperkuat peran kearifan lokal dalam kaitannya dengan upaya konservasi, termasuk dengan menggunakan regulasi.

"Kita akan meng-scale up kebijakan itu, justru kemudian kebijakan lokal ini yang kita perkuat melalui instrumen regulasi pemerintah. Ini akan menjadi penguatan terkait dengan kebijakan lokal, akan melindungi local wisdom yang melakukan langkah-langkah yang tumbuh alami dari lingkungannya," kata Hanif.

Dia memberikan contoh salah satu kearifan lokal yang perlu diperkuat seperti sasi yang biasanya digunakan di wilayah Maluku dan Papua. Sebuah larangan atau pembatasan berdasarkan aturan adat terkait pemanfaatan sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu untuk memastikan kelestariannya.

Selain itu terdapat pula mekanisme imbal jasa lingkungan yang memberikan kompensasi atau insentif kepada individu atau kelompok yang menyediakan jasa lingkungan.

KLH sendiri sudah meluncurkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 02 Tahun 2025 tentang Pengembangan Sistem Pembayaran Jasa Lingkungan Hidup (PJLH) sebagai dukungan kepada masyarakat adat, petani hutan serta komunitas yang menjaga alam.

"Sehingga apa yang dilakukan oleh masyarakat itu menjadi terlindung. Paling penting konservasi adalah bagaimana kemudian masyarakat ini menjadi terlibat sangat intens," ucapnya.

Terkait keterlibatan masyarakat, dia menyoroti kesuksesannya dalam kasus pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) yang terancam punah. Dengan keterlibatan masyarakat, angka kematian hewan tersebut karena jaring manusia kini sudah mencapai 0 persen setelah pemasangan sensor di jaring.

"Ini yang kemudian harus kita melakukan penguatan, karena penyebab kematian pesut tidak hanya dari jaring tapi juga tabrakan dengan tongkang dan lain-lain," demikian Hanif Faisol Nurofiq.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.