Dari Nyaru Menteng, Kelimanya Dikirim Menuju Alam Liar
📅 Kamis, 22 Mei 2025, 14:59 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
PALANGKA RAYA – Sungguh menggembirakan, setelah beberapa lama menjalani rehabilitasi, akhirnya kelimanya menikmati alam bebas.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR), Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS), bersama para mitra kembali melepasliarkan lima individu orang utan di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya.
"Setiap pelepasliaran orang utan mencerminkan komitmen nyata kami dalam memulihkan kembali keseimbangan alam," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BSDA) Kalteng Andi Muhammad Kadafi saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Kamis.
Kelima orang utan tersebut, terdiri atas tiga betina dan dua jantan. Mereka telah menjalani proses rehabilitasi panjang di Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng. Mereka kini dinyatakan siap untuk kembali hidup bebas di alam liar.
Andi menjelaskan, pelepasliaran satwa ini bukan sekadar program konservasi rutin, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral, ekologis, dan konstitusional kita dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelepasliaran merupakan bagian penting dari pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan, di mana pelestarian satwa liar dan pemulihan habitatnya harus terus diperkuat, sejalan dengan kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan fungsi ekosistem.
Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyatakan, pelepasliaran orang utan ini bukan hanya tentang mengembalikan satwa ke habitat aslinya, tetapi juga mencerminkan komitmen kita dalam menjaga warisan alam Kalimantan Tengah.
Sementara itu, di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional dan menjelang HUT ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah pada 23 Mei 2025, katanya, kita diingatkan bahwa kebangkitan sejati bangsa juga mencakup kebangkitan kesadaran untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan alam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan tema HUT Kalteng tahun ini, “Kalimantan Tengah Masa Depan Indonesia,” kita ingin menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan perlindungan satwa liar adalah bagian dari visi besar pembangunan berkelanjutan.
"Kami mendukung penuh upaya konservasi seperti ini dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam kita," katanya.
Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) Persada Agussetia Sitepu mengatakan, sebagai pengelola kawasan konservasi, berkomitmen penuh untuk menjaga keutuhan ekosistem hutan dan memastikan satwa liar seperti orang utan dapat hidup bebas di habitat alaminya.
"Orang utan adalah spesies kunci yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan Kalimantan," katanya.
Kawasan konservasi seperti Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya merupakan salah satu benteng terakhir yang harus kita jaga secara kolaboratif.
Pelepasliaran ini adalah bagian dari proses panjang pemulihan ekologis, sekaligus pengingat bahwa kawasan konservasi tidak hanya menjadi rumah bagi satwa liar, tetapi juga ruang belajar dan refleksi tentang pentingnya hidup berdampingan dengan alam. "Ini adalah warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang," kata Persada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!