Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjamin Hak Berhaji Kaum Disabilitas

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 11:19 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menyebut kesertaan jemaah disabilitas dan lansia adalah sumber keberkahan ibadah haji.

"Pelayanan terbaik bagi jemaah haji lansia dan penyandang disabilitas merupakan sumber keberkahan, mereka duafa, karena memiliki keterbatasan dan memerlukan dukungan dari sekitarnya," ucapnya.

Jadi, sangat penting bagi pemerintah untuk memberikan perhatian khusus terhadap dua kelompok rentan ini.

Dalam hal apa saja mestinya perhatian terhadap kelompok disabilitas dilakukan? Semestinya dalam setiap tahapan pelaksanaan haji, dari mulai pengaturan kuota, pendaftaran, pemeriksaan sebelum keberangkatan, penampungan di asrama haji, keberangkatan, saat peribadatan di Tanah Suci, hingga kepulangan di Tanah Air.

Dalam soal kuota khusus bagi penyandang disabilitas, sejauh ini pemerintah memang belum memberikannya. Mungkin karena penyandang disabilitas yang hendak berhaji jumlahnya juga masih sangat kecil. Namun pemberian kuota khusus, sebagaimana dinyatakan Dante, tetap penting untuk dilakukan.

Kemampuan kaum disabilitas membayar biaya haji umumnya lebih lambat ketimbang masyarakat pada umumnya. Jikalau jemaah umum saja harus menunggu belasan tahun dan baru dapat berhaji di usia lanjut, maka kalau tidak ada afirmasi, keberangkatan jemaah kelompok disabilitas bakal lebih lama, dan usia mereka juga makin renta lagi.

Jika jemaah umum yang lanjut usia saja sudah sangat berat mengikuti proses peribadatan haji, apalagi bagi jemaah penyandang disabilitas sekaligus lanjut usia.

Salah satu jemaah difabel, Tini Wardi, yang ANTARA temui saat di Madinah Al Munawaroh, menyatakan pemerintah hendaknya mengupayakan langkah-langkah lebih serius untuk menjamin hak beribadah haji kaum disabilitas.

Tini mengungkapkan pengalamannya saat hendak berangkat ke Tanah Suci. Ia mengalami sejumlah hambatan, saat melakukan pendaftaran di Bandung dan berada di asrama haji.

Tini, yang kakinya lumpuh akibat serangan virus polio ketika berusia dua tahun, menilai dukungan fasilitas bagi penyandang disabilitas fisik seperti dirinya masih minim.

Di Asrama haji, ia masih bergabung bersama dengan jemaah umum, di mana sarana MCK-nya belum ramah disabilitas, sehingga ia masih harus merangkak saat hendak mengakses kamar mandi. Ia juga hanya diperkenankan membawa satu alat bantu saja saat hendak terbang ke Tanah suci. Ia juga sempat dipisahkan dari suaminya, saat proses penerbangan dan di bandara, padahal ia membutuhkannya sebagai pendamping disabilitas.

"Jadikanlah tagline, 'haji yang ramah lansia dan disabilitas', lebih nyata dirasakan kami," kata Tini. Bagaimanapun, Tini tetap bersyukur bahwa akhirnya ia bisa berangkat ke Tanah Suci dan menjalankan rukun Islam kelima yang sudah 13 tahun diimpikannya. Ia berjanji akan memanjatkan doa-doa terbaik bagi teman-teman disabilitasnya, agar dapat berhaji seperti dirinya. 

Perubahan Cara Pandang

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
3.000 Agen Perlinsos Siap B...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...

Gempa Bumi M6.1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.