Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Survei: Ekonomi Bali Alami Pelambatan akibat Konsumen Tahan Beli Barang Elektronik Jelang Nyepi dan Idul Fitri

📅 Minggu, 15 Mar 2026, 13:37 WIB | Oleh:
Hasil Survei: Ekonomi Bali Alami Pelambatan akibat Konsumen Tahan Beli Barang Elektronik Jelang Nyepi dan Idul Fitri Doc: antara foto
Ket. Layanan SPBU di Bali.

DENPASAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengungkapkan hasil survei di Pulau Dewata yakni konsumen menahan membeli barang elektronik menjelang hari besar keagamaan yaitu Nyepi dan Idul Fitri.

“Perlambatan indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE) utamanya disebabkan oleh menurunnya indeks konsumsi barang-barang kebutuhan tahan lama saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu,” kata Kepala BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Minggu (15/3).

Bank sentral melakukan survei terhadap konsumen untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta harapan konsumen mengenai perkembangan perekonomian mendatang.

Hasil survei menunjukkan, terjadi perlambatan indeks keyakinan konsumen (IKK) sebesar 3,6 persen secara bulanan menjadi 130,6.

Meski melambat, ia menilai hasil indeks di atas 100 menandakan konsumen masih berada di level optimistis.

Melambatnya IKK dikontribusikan oleh IKE dari sebelumnya 128,3 menjadi 121 karena dipicu melambatnya konsumsi barang kebutuhan tahan lama mencakup barang elektronik.

Adapun penurunan IKE disumbangkan oleh indeks penghasilan saat ini dibandingkan enam bulan yang lalu yang mayoritas responden meyakini akan terjadi penurunan omzet.

“Sehingga responden cenderung untuk menahan konsumsi di tengah low season (musim sepi kunjungan) wisatawan,” ucapnya.

Kondisi itu sejalan dengan data Angkasa Pura pada Februari 2026 yang menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menurun sebesar 11,2 persen secara bulanan dengan total jumlah kunjungan sebanyak 814 ribu orang.

Di sisi lain, krisis geopolitik yang mempengaruhi industri pariwisata di Bali juga berperan mendorong indeks ekspektasi konsumen (IEK) melambat dari 142,7 menjadi 140,2.

Adapun faktor yang menahan pertumbuhan harapan konsumen itu adalah menurunnya indeks prakiraan ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang dan indeks prakiraan kegiatan usaha enam bulan mendatang.

Untuk mengantisipasi perlambatan itu, pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali memastikan ketersediaan pasokan pangan melalui pasar murah serta mengawasi harga komoditas pangan utama.

Stimulus pemerintah berupa diskon tiket transportasi hingga 30 persen diharapkan mendorong perekonomian khususnya sektor pariwisata di Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.