Alcaraz Taklukkan Sinner di Final Roma, Tebar Ancaman Jelang Prancis Open
📅 Senin, 19 Mei 2025, 07:40 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
ROMA – Carlos Alcaraz kembali menunjukkan kelasnya di lapangan tanah liat setelah menaklukkan Jannik Sinner 7-6(7/5), 6-1 di final Italian Open, Senin (19/5) dini hari WIB. Kemenangan ini menjadi peringatan serius bagi pesaingnya jelang turnamen Roland Garros yang dimulai pekan depan.
Alcaraz, yang akan naik ke peringkat dua dunia di belakang Sinner awal pekan ini, merebut gelar ketiganya musim ini dan memperkuat statusnya sebagai salah satu favorit juara di Prancis Open.
“Kemenangan ini sangat berarti, terutama melawan Sinner, pemain yang luar biasa sepanjang tahun ini," kata Alcaraz usai laga. “Saya merasa siap untuk Roland Garros.”
Sinner datang ke final dengan modal 26 kemenangan beruntun, namun dominasi petenis Italia itu dihentikan oleh Alcaraz—pemain yang juga mengalahkannya di final China Open tahun lalu.
Menariknya, Alcaraz kini menjadi satu-satunya pemain yang mampu mengalahkan Sinner di partai final sepanjang musim 2025, mempertegas rivalitas dua bintang muda yang diprediksi akan mendominasi tenis putra dalam beberapa tahun ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelar di Roma menjadi trofi Masters 1000 kedua tahun ini bagi Alcaraz setelah sukses di Monte Carlo. Ia juga sempat mencapai final di Barcelona, meski absen di Madrid Open karena cedera paha.
Meski kalah, hasil runner-up di Roma tetap menjadi pencapaian positif bagi Sinner, yang baru kembali bermain setelah menjalani larangan bertanding selama tiga bulan. Ia sempat dinyatakan positif clostebol dua kali tahun lalu, namun otoritas doping menyatakan kasus tersebut sebagai kontaminasi yang tidak disengaja.
Performa impresif di Roma membuat Sinner dan Alcaraz kini dipastikan akan menjadi dua unggulan teratas di Roland Garros, membuka kemungkinan duel ulang di partai puncak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sinner juga gagal mencatat sejarah sebagai petenis pria Italia pertama yang menjuarai turnamen ini sejak Adriano Panatta pada 1976, setelah sebelumnya dua pemain tuan rumah lainnya berjaya di sektor lain.
Italia tetap punya alasan untuk merayakan berkat performa luar biasa Jasmine Paolini, yang mencetak sejarah dengan menyapu bersih gelar tunggal dan ganda putri. Bersama Sara Errani, Paolini menaklukkan pasangan Veronika Kudermetova/Elise Mertens 6-4, 7-5.
Sehari sebelumnya, Paolini mengalahkan Coco Gauff dua set langsung dan menjadi petenis Italia pertama yang menjuarai sektor tunggal di Roma sejak Raffaella Reggi pada tahun 1985.
“Memenangkan dua gelar di rumah sendiri adalah mimpi. Ini momen luar biasa," ujar Paolini usai partai final ganda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!