SBY Terima Kemenekraf di Cikeas Gallery Bahas Karya Hingga Ekraf
📅 Minggu, 18 Mei 2025, 17:42 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
JAKARTA - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima kunjungan kerja Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ke Cikeas Art Gallery di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (14/5).
Dalam kunjungan itu, SBY mengajak Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya beserta jajaran berkeliling melihat beragam jenis karya seni lukisannya di dalam galeri.
Ia menjelaskan per 2 Mei 2025 genap 4 tahun dirinya melukis dan lebih dari 350 lukisan telah dihasilkannya. Sebagian lukisan berada di Cikeas Art Gallery dan sebagian besar berada di Museum Dan Galeri SBY*ANI di Pacitan.
"Tempat ini saya sebut sebagai mini Gallery Cikeas Art Gallery sedangkan yang utama ada di Museum Dan Galeri SBY*ANI di Pacitan yang merupakan museum kepresidenan pertama di Asia. Ada sekitar 350 yang saya buat, di Pacitan ada sekitar 200 sedangkan sisanya disini," ujar SBY, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (18/5).
SBY juga menjelaskan bahwa pada awal masa melukis, dirinya lebih banyak melukis landscape seperti laut, pantai atau pegunungan. Namun, seiring perkembanganya dirinya mulai melukis obyek lainnya seperti binatang, rumah di pedesaan, bahkan bangunan artistik hingga mengeksplorasi gaya abstrak atau semi abstrak.
Sebaiknya Anda baca juga:

Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjelaskan karya seni ke Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya beserta jajaran Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ke Cikeas Art Gallery. (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif)
Lukisan yang dibuat memiliki ukuran yang variatif, dari kecil hingga panjang mencapai 3 meter. Dalam melukis, SBY menggunakan cat acrylic, cat minyak dan ada beberapa lukisan yang dibuat dengan menggunakan pisau palet, bahkan dengan menggunakan teknik finger painting atau melukis dengan jari tangan.
Salah satunya terdapat lukisan yang berjudul "The Day God Test Our Faith and Courage" menggambarkan kejadian tsunami di Aceh yang berukuran 310 cm x 140 cm yang dilukisnya dalam 15 jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Judul lukisan ini bermakna sebuah haru ketika Tuhan menguji keimanan kita dan keberanian kita untuk dapat kembali bangkit," jelasnya.
SBY juga menyampaikan sejumlah rencana kegiatan kesenian yang disiapkan tahun 2025 mulai dari program melukis hingga perilisan single album musik.
Di antaranya beliau akan mengadakan sebuah "Art Movement" yaitu melukis bersama sejumlah pelukis dari sejumlah institusi seni seperti Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, ISI Solo, Seni Rupa ITB dan IKJ, bertemakan "Indonesia A Country of Peace And Hope", pada Agustus.
Kemudian, SBY juga akan meluncurkan single album musik yang berjudul "Save Our World", sebuah lagu ciptaan SBY yang aslinya berjudul "Untuk Bumi Kita", masih pada bulan Agustus 2025.
Lagu ini juga dibawakan oleh 35 penyanyi lintas generasi di antaranya Alm. Titiek Puspa, Vina Panduwinata, Yuni Shara, Sandi Sondoro, Rio Febrian, Cakra Khan, Saykoji, Novia Bachmid, Rizwan Fadilah (Njan) hingga penyanyi cilik berusia 7 tahun.
Pada September 2025, SBY akan menggelar Pameran Lukis Tunggal yang akan memamerkan sekitar 100 lukisan terbaiknya ke hadapan publik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!