Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Begini Cara Budayawan Banyumas Rawat Kelestarian Gunung Slamet

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 20:52 WIB | Oleh:

Akan tetapi sejak adanya pembukaan hutan lindung, warga sering mengalami banjir bandang. 

Terkait dengan hal itu, para pemangku kepentingan dari lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet, yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, dapat ikut mengawal upaya menjadikan Gunung Slamet sebagai taman nasional, sehingga kekhawatiran-kekhawatiran yang muncul dapat dijawab bersama dengan adanya keterlibatan semua pihak, termasuk masyarakat.

Kampanye menjadikan Gunung Slamet sebagai taman nasional pun telah mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Keresidenan Pekalongan, Kamis (24/4).

Dalam hal ini, Pemprov Jateng telah mengajukan Gunung Slamet menjadi taman nasional ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan, sebagai bagian dari upaya konservasi lingkungan di kawasan tersebut.

Surat sudah diluncurkan ke Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, dan semu menunggu hasilnya.


Amal jariah

Kegiatan penanaman bibit pohon dalam rangka pelestarian lingkungan dan penyelamatan Gunung Slamet, bagi salah seorang budayawan Banyumas Titut Edi Purwanto merupakan sebuah amal jariah karena selama pohon yang ditanam itu masih hidup akan terus memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.

Meskipun Gunung Slamet menjulang tinggi dengan hutan hijaunya di sebelah utara Banyumas, tanaman padi yang menguning, serta samudra yang luas di selatan Pulau Jawa, Titut mempertanyakan masih adakah ribuan mata air yang mengalir dari Gunung Slamet.

"Hari ini (18/5) sebuah bentuk kemuliaan di mana saudara-saudaraku kumpul di sini, menanam pohon tahunan sebagai amal jariah walaupun si penanam sudah mati, kalau pohon itu masih hidup menjadi amal jariah yang tetap hidup si penanam itu sendiri karena memberikan keindahan, udara yang segar," katanya.

Ia pun menilai nenek moyang bangsa Indonesia memiliki kecerdasan yang tinggi untuk membaca peristiwa atau kejadian, yakni dengan mengatur tata musim, pola tanam diatur, hingga masa pemetikan.

Hal itu merupakan sebuah kekuatan bahwa budaya yang ada adalah budaya agraris di mana bangsa Indonesia harus punya kewajiban menurunkan kecerdasan kepada anak cucu untuk menjaga lingkungan dan menjaga alamnya agar kehidupan tetap stabil dan seimbang dalam konteks indahnya berbagi rasa dan indahnya kebersamaan.

Dalam hal ini, bangsa Indonesia punya kewajiban menjaga bumi pertiwi karena bumi pertiwi merupakan ibu yang setiap detik melahirkan untuk kehidupan penghuni buminya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

29 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.