Samuel Wattimena: Digitalisasi Desa Wisata Harus Diimbangi Kesiapan Pengelolaan
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 23:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
SEMARANG – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Samuel Wattimena, mengingatkan bahwa digitalisasi untuk pengembangan desa wisata harus diimbangi dengan kesiapan pengelolaan.
"Digitalisasi menjadi kunci pengembangan pariwisata. Tapi menurut saya, persiapan ke dalam itu harus segera dilakukan," katanya, di Semarang, Sabtu (17/5).
Hal tersebut disampaikan saat Bimbingan Teknis Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melalui Pemanfaatan Digital Marketing di Desa Wisata Kandri, Semarang, Jawa Tengah.
Menurut dia, kekuatan digitalisasi sangat cepat, terutama penyebarannya yang masif sehingga segala sesuatu berkaitan dengan desa wisata tersebut akan tersebar luas secara cepat.
"Kalau kemudian menangkap sesuatu yang negatif tersebarnya juga luas sekali. Sesuatu yang negatif ini tidak selalu masalah sampah, tapi kesiapan, 'service', 'hospitality', termasuk masalah MCK-nya, kulinernya juga," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Artinya, kesiapan pengelola desa wisata harus benar-benar dimatangkan terlebih dulu dalam pengembangan potensi yang ada, terutama bagaimana pengunjung merasa puas.
"Karena sayang sekali kalau sudah mempromosikan melalui digital, kemudian kita tidak memanfaatkan semua lini yang terkait. Sudah tersiar dengan luas, yang bisa ngambil manfaat cuman satu-dua bidang, kan sayang banget," kata legislator dari Daerah Pemilihan Jateng 1 itu.
Dia mengakui saat ini digitalisasi memang menjadi keniscayaan yang harus dimanfaatkan seiring kemajuan teknologi, termasuk dalam pengenalan atau pemasaran desa wisata secara luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Menurut saya, sekarang memang waktunya kita lebih memanfaatkan kemajuan teknologi, salah satunya 'digital marketing'. Ada media massa dan media sosial," kata Samuel.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti, mengatakan bahwa desa wisata memang tengah diangkat sebagai program keunggulan kementerian.
"Desa wisata sedang kami angkat untuk masukkan dalam program unggulan Kemenpar. Kami kurasi keunikannya apa, selain pemandangan alam, misalnya," katanya.
Untuk semakin mengenalkan desa wisata secara lebih luas, penting untuk mengintegrasikan digitalisasi ke dalam pemasaran dan pengembangannya.
Sementara itu, Ketua Pengelola Desa Wisata Kandri, sekaligus Ketua Pokdarwis Pandanaran Desa Wisata Kandri, Syaeful Ansori, mengakui bahwa pihaknya sudah memanfaatkan digitalisasi untuk mempromosikan desa wisata tersebut.
Semula, promosi desa wisata masih dilakukan secara konvensional, yakni "door to door" dengan mendatangi sekolah-sekolah, tetapi sekarang sudah memanfaatkan berbagai platform media sosial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!