Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Jogja-Solo Dikebut: Pemerintah Optimistis Lahirnya Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 11:40 WIB | Oleh:
Tol Jogja-Solo Dikebut: Pemerintah Optimistis Lahirnya Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan Doc: Istimewa/yds
Ket. Underpass Breksi yang dibangun di kawasan perbukitan Prambanan. Jalan ini nantinya akan terhubung dengan exit toll Jogja-Solo di Bokoharjo, Prambanan.

YOGYAKARTA - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menaruh harapan besar pada rampungnya proyek tol Jogja-Solo dan infrastruktur pendukungnya. Diharapkan, konektivitas yang semakin baik ini akan membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan, memberdayakan masyarakat lokal, dan membawa kemajuan bagi seluruh wilayah.

Pembangunan jalan tol Jogja-Solo rupanya terus menunjukkan progres signifikan. Pemerintah memiliki harapan besar bahwa infrastruktur krusial ini tidak hanya memperlancar arus lalu lintas keluar masuk DIY, tetapi juga memicu pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan di sepanjang koridornya.

Salah satu kawasan yang diprediksi akan mengalami perkembangan pesat adalah perbukitan Prambanan. Meski trase utama tol tidak melintasi kawasan ini secara langsung, keberadaan exit toll Bokoharjo diharapkan akan mengalirkan potensi ekonomi baru ke wilayah tersebut. Exit toll ini terhubung dari Simpang Susun Purwomartani, yang dibangun di Cupuwatu, Kalasan, Sleman, dan direncanakan akan mengarah ke timur menuju Jalan Prambanan-Piyungan, serta terkoneksi dengan jalan baru Prambanan-Gayamharjo yang saat ini tengah dibangun.

Exit toll Bokoharjo juga akan menjadi pintu gerbang utama menuju jalur baru ke Gunungkidul, yang pembangunannya dibagi menjadi dua segmen. Segmen A sepanjang 4,7 kilometer dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR, sementara segmen B sepanjang 4,3 kilometer akan dibangun dengan Dana Keistimewaan (Danais) dan terhubung dengan ruas Tawang-Ngalang, Gunungkidul. Jalan baru ini akan melintasi sisi selatan Tebing Breksi dan Candi Ijo, serta sisi timur Obelix, dilengkapi dengan underpass di bawah jalan eksisting menuju kawasan wisata Prambanan.

Untuk memaksimalkan potensi ekonomi berbasis masyarakat, DIY berencana pula membangun rest area khusus di luar jalur tol, tepatnya di sisi selatan kawasan wisata Tebing Breksi. Konsep rest area ini akan berbeda dari rest area tol pada umumnya, denganPrioritas utama pada produk lokal dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemerintah berharap rest area ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Jogja, yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna tol baik saat keluar maupun masuk.

Menanggapi berita ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Ir. Syam Arjayanti, M.T., menyampaikan optimismenya terhadap dampak tol Jogja-Solo.

"Pemerintah sangat berharap pembangunan tol ini dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi baru, terutama bagi masyarakat di sekitar jalur tol dan kawasan Prambanan. Konsep rest area yang mengedepankan UMKM adalah wujud komitmen kami untuk memberdayakan ekonomi lokal," ujarnya saat ditemui Koran Jakarta di kediamannya.

Sedangkan, Ir. Syam Arjayanti justru menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk mewujudkan harapan ini.

"Kami akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan kepada para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan peluang yang ada dengan maksimal. Infrastruktur yang memadai harus diimbangi dengan kesiapan produk dan layanan yang berkualitas," tambahnya.

Menariknya, senada dengan hal tersebut, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, GKR Mangkubumi, berharap agar pembangunan tol ini dapat meratakan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah DIY.

"Selama ini, pertumbuhan ekonomi cenderung terpusat di wilayah perkotaan. Dengan adanya tol dan exit toll yang strategis, diharapkan kawasan-kawasan seperti Prambanan dan Gunungkidul dapat berkembang lebih pesat, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.