Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Provinsi Ini akan Mengirim 30.000 Warga Kerja di Luar Negeri

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 12:27 WIB | Oleh:
Provinsi Ini akan Mengirim 30.000 Warga Kerja di Luar Negeri Doc: ist
Ket. migran

JAKARTA - Pemerintah akan memberangkatkan pekerja mingran dari 20.000 sampai 30.000 dari Provinsi Lampung. “Ini target pemerintah pusat setiap tahun,” jelas Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, di Bandarlampung.

"Tentunya dengan tata kelola yang sudah disepakati. Kami juga sudah bentuk task force untuk mendesain tata kelolanya. Targetnya, ke depan minimal 20.000 hingga 30.000 PMI dari Lampung diberangkatkan setiap tahun. Mereka dilindungi dan diberi pelatihan sebelum berangkat,” jelas Abdul Kadir.

Menurutnya, ini bukan sekadar mengirim tenaga kerja, tetapi investasi manusia yang akan membawa dampak positif ketika mereka kembali. Sehingga pemerintah pun harus memastikan proses ini aman, legal, dan memberikan manfaat maksimal bagi keluarga dan daerah asal.

"Terlebih Lampung adalah salah satu provinsi penyumbang PMI terbesar. Jadi bagi kami ini merupakan potensi dalam mengurangi pengangguran, kemudian mendorong terbentuknya ekosistem perlindungan PMI khususnya di Lampung," kata dia.

Ia mengatakan, salah satu yang telah disepakati yakni memaksimalkan sekolah-sekolah untuk mengonsolidasikan persiapan pemberangkatan PMI dalam jumlah yang besar.

Jadi, nanti sekolah-sekolah akan ada kelas migran. Untuk itu Kadir akan membangun ekosistem pelatihan terintegrasi. Ada sertifikasi, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan bahasa. PMI yang ditempatkan tidak perlu biaya mahal untuk berangkat.

Dia menyebut contoh nyata keberhasilan PMI menunjang ekonomi keluarga dan desa ditunjukkan oleh Desa Bumi Daya di Lampung Selatan. Dari 2.000 penduduk, 250 di antaranya adalah PMI yang secara kolektif mengirimkan uang hingga 500 juta per bulan ke desa tersebut.

"Model serupa akan dikembangkan di kantong-kantong PMI lainnya di Indonesia. Namun hal ini akan dibentuk dulu desainnya. Target kita mengurangi kemiskinan serta memperkuat ekonomi daerah," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
BPBD: 253 Unit Rumah Rusak ...
Nasional
Menko PM Ungkap Sekolah Rak...

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi Hujan Guyur S...
Luar Negeri
Irak Kembali Buka Jalur Uda...

WN Malaysia Diminta Tunda Traveling ke Prancis di Tengah Demonstrasi

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
WN Malaysia Diminta Tunda T...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.