Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Spesies Baru Kadal Buta dari Pulau Buton Ditemukan oleh Peneliti BRIN

📅 Rabu, 14 Mei 2025, 12:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Spesies Baru Kadal Buta dari Pulau Buton Ditemukan oleh Peneliti BRIN Doc: ANTARA
Ket. Kadal buta baru asal Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, yang memiliki nama ilmiah Dibamus oetamai.

JAKARTA – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dan mendeskripsikan spesies baru Kadal Buta (Dibamus oetamaiyang endemik di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Awal Riyanto, melalui keterangan di Jakarta, Rabu (14/5), mengungkapkan Kadal Buta merupakan reptil fosorial (hidup di dalam tanah) yang memiliki tubuh seperti cacing, mata yang terdegenerasi, dan tidak memiliki kaki pada betina (jantan memiliki kaki vestigial berbentuk flap).

"Genus ini tersebar luas dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini, tetapi banyak spesiesnya masih kurang dipelajari karena kelangkaan spesimen dan kebiasaannya yang tersembunyi," katanya.

Selama ini, Dibamus novaeguineae dianggap sebagai spesies yang tersebar luas di Indonesia, termasuk Papua, Maluku, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Namun, penelitian morfologi dan biogeografi terbaru mengungkap bahwa populasi di Pulau Buton memiliki ciri khas yang membedakannya dari spesies lain dalam genus ini.

Spesies ini diberi nama Dibamus oetamai, sebagai penghormatan kepada Jakob Oetama yang telah berkontribusi besar bagi dunia jurnalisme Indonesia, dengan nama lokal yang diusulkan adalah Kadal Buta Buton.

"Jurnalis kritis bertanya, mencari fakta, dan menyiarkan kebenaran apapun hasilnya. Curiosity energi peneliti untuk himpun dan analisis data demi menemukan kebenaran, pun terkadang bisa salah, namun pantang berbohong," ujarnya.

Awal mendeskripsikan spesies ini memiliki ukuran tubuh berupa panjang moncong-ke-vent (SVL) maksimum 145,7 mm, dengan sisik kepala tidak memiliki sutur rostral medial dan lateral, frontal lebih besar daripada frontonasal.

Sementara pola warna spesies ini memiliki dua atau tiga pita berwarna terang pada tubuh, dengan habitat endemik di hutan hujan muson Pulau Buton, dengan ketinggian di bawah 400 mdpl.

Menurut Awal, penemuan ini memperkaya keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya reptil fosorial yang masih sedikit diketahui. Dibamus oetamai merupakan contoh bagaimana pulau-pulau kecil seperti Buton dapat menjadi rumah bagi spesies unik yang berevolusi secara terisolasi.

"Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak keragaman reptil Indonesia yang belum terungkap, terutama di wilayah Wallacea yang menjadi hotspot keanekaragaman hayati," tutur Awal Riyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

Peringati Hari Ozon Sedunia, Jakarta Padamkan Lampu Selama 60 Menit Malam Ini

19 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.