Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Deli Serdang ‘All Out’! Produksi Cabai Digenjot, Siap Lawan Harga Melonjak!

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 16:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Deli Serdang ‘All Out’! Produksi Cabai Digenjot, Siap Lawan Harga Melonjak! Doc: ANTARA/Juraidi
Ket. Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan (tengah) saat penanaman padi secara perdana di Dusun Wonogiri Desa Pasar V Kebun Kecamatan Beringin di area seluas  3 hektare .

DELI SERDANG – Produksi cabai yang stabil dapat membantu menjaga harga pangan di pasaran, sehingga masyarakat tidak terlalu terpukul oleh fluktuasi harga yang ekstrim. Dukungan pemerintah daerah (Pemda), seperti pemberian bantuan, pelatihan, dan akses teknologi, dapat meningkatkan pendapatan petani cabai dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Pemda dapat mengambil langkah-langkah antisipatif seperti pompanisasi dan pembuatan embung air untuk mengatasi dampak kekeringan dan kemarau terhadap produksi cabai. Pemda juga dapat mengembangkan kawasan budidaya cabai yang lebih luas dan produktif, serta meningkatkan kualitas benih dan pupuk yang digunakan oleh petani.

Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, memberi perhatian khusus pada produksi cabai merah yang diharapkan dapat terus ditingkatkan, sebagai salah satu upaya dalam upaya mengendalikan laju inflasi.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan di Lubuk Pakam, Selasa (13/5), mengatakan selama ini fokus yang dilakukan adalah penanaman padi di sawah, namun ke depannya, diupayakan lebih diperluas termasuk dengan cabai, bawang merah dan produk pertanian lainnya.

"Ke depan, kita fokus mengatasi angka inflasi. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang ikut menggenjot semua produksi yang terkait inflasi, seperti cabai dan bawang merah. Kami berharap hasilnya akan baik, petani sejahtera dan nanti banyak yang menanam cabai," katanya.

"Kita membuat semacam ekosistem khusus cabai mulai dari hulu ke hilir. Kalau perlu dibuat untuk pengeringan cabai agar petani tidak rugi," tambahnya.

Bupati menegaskan manusia tidak bisa melawan proses alam, namun bisa menyiasatinya dengan teknologi atau alat-alat modern yang tersedia saat ini. Yang lebih penting lagi petani tidak kapok untuk menanam cabai dan tetap sejahtera dengan menjadi petani cabai.

Disebutkan, baru-baru ini dilakukan penanaman perdana cabai merah bersama Gabungan Kelompok Tani Wonogiri di Dusun Wonogiri, Desa Pasar V Kebun, Kecamatan Beringin di area seluas 3 hektare dan selanjutnya ditargetkan penanaman dilakukan di lahan 6 hektare.

"Kita tanam serentak dengan harapan menghasilkan cabai yang baik. Satu hektare-nya kalau bisa 11 ton cabai merah," ucap Bupati.

Kunjungan ke Dusun Wonogiri, Desa Pasar V Kebun Kecamatan Beringin, yang dirangkai dengan penanaman cabai merah tersebut, kata Bupati, bukan sekadar seremonial tapi juga menjadi tolok ukur agar semua struktur di Dinas Pertanian dan dinas terkait lainnya bisa bekerja maksimal, supaya para petani dapat menghasilkan sesuatu yang lebih.

"Kami berharap nanti hasilnya juga bagi para petani itu baik dan kami pikirkan sampai nanti bilamana cabai sampai keriting. Mudah-mudahan tahun ini kita bisa buatkan tempat pengeringan cabai, jadi harga jualnya masih bisa dikontrol dan tidak ada para petani cabai jera untuk menanam cabai," katanya.

Bupati mengaku sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pertanian, sebagai tahap awal akan memberikan bantuan untuk para petani cabai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Minimal bisa membantu mengurangi biaya para petani. Jadi minimal, biaya yang harus dikeluarkan nanti bisa kami subsidi kan sedikit, bisa itu dari pupuk, pestisida atau mulsa (penutup tanah berbahan plastik)," katanya.

Bupati juga memerintahkan Camat Beringin, M Dhani Mulyawan untuk mendata para petani cabai agar dimasukkan ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Penerima Bantuan Iuran atau PBI yang tujuannya agar kesehatan petani terjamin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan TKA

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Perketat P...
Nasional
Bakom RI: Ancaman Bahaya In...

Gunung Semeru Meletus Berkali-kali pada Jumat Malam

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Gunung Semeru Meletus Berka...
Nasional
Menteri Ekraf Sebut Fesyen ...
Advertisement
Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

Kabar Duka, Guruh Soekarnoputra Wafat di Usia 73 Tahun

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.