Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Main-Main! Indonesia Incar Posisi Teratas Dunia untuk 10 Komoditas Ini

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 10:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Main-Main! Indonesia Incar Posisi Teratas Dunia untuk 10 Komoditas Ini Doc: ANTARA/Harianto
Ket. Wamentan Sudaryono di sela kunjungan kerja, di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/5/2025).

SUKABUMI - Pemerintah menargetkan 10 komoditas pertanian Indonesia menjadi produsen nomor satu dunia. 

Peningkatan itu akan dilakukan melalui peningkatan produktivitas dengan dukungan riset, pembiayaan dan pengembangan menggunakan teknologi modern.

"Presiden sudah kasih instruksi kepada kami, kepada Pak Menteri (Pertanian) untuk menyiapkan 10 komoditi untuk kembali kita mencapai peringkat satu, nomor satu di dunia sebagai produsennya," kata Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono ditemui di sela kunjungan kerja di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/5).

Ia menuturkan Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertanian menyiapkan 10 komoditas utama seperti pala, kelapa, sawit, karet, kopi, kakao, lada, dan bawang putih untuk menjadi produsen nomor satu dunia.

"Itu kita lagi bagaimana kita swasembada, artinya yang masih impor tidak lagi impor, yang tidak impor kita bisa ekspor, itu yang kita inginkan," ujar Wamentan.

Sudaryono menjelaskan komoditas unggulan seperti kopi, cokelat, dan tanaman penyegar memiliki potensi ekspor besar, meski masih menghadapi tantangan produktivitas per hektare yang rendah dibanding negara seperti Vietnam.

Presiden Prabowo, kata Wamentan menginginkan agar komoditas perkebunan Indonesia kembali menduduki posisi nomor satu dunia dalam hal produksi dan ekspor global. Meski begitu, dia tidak merinci lebih detail 10 komoditas yang dimaksud tersebut.

Selain menargetkan swasembada beras, jagung, gula konsumsi dan garam konsumsi, pemerintah juga menyiapkan hilirisasi sektor agro untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil pertanian dan memperluas pasar ekspor.

Ia menyebut saat ini tengah disiapkan skema investasi dan pembiayaan untuk mendukung program peremajaan tanaman perkebunan seperti kopi, sawit, dan kelapa secara nasional.

"Investasinya berapa, sekarang lagi dihitung karena kan tidak hanya cukup modal riset tapi harus ada keuangan, harus ada modal, harus ada financing yang kita siapkan," jelasnya.

Wamentan menegaskan kesiapan infrastruktur dan hasil riset sudah ada, sehingga yang dibutuhkan kini hanya komitmen untuk menjalankan langkah-langkah strategis yang telah dirancang.

"Modul-modulnya kita siapkan. Jadi ini insya Allah paling tidak di kuartal terakhir di tahun ini (2025) kita sudah mulai apakah itu peremajaan kopi, sawit, kelapa. Tterus yield-nya (hasil panen), bagaimana agar cepat bisa tubuh, bisa panen dan seterusnya itu kita lagi siapkan," beber Wamentan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Olahraga
Kalah dari Persija, Pelatih...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.