Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pedagang Pasar Pramuka Protes Penutupan Sementara Kios oleh Pasar Jaya

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pedagang Pasar Pramuka Protes Penutupan Sementara Kios oleh Pasar Jaya Doc: ANTARA
Ket. Pedagang obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, melakukan penutupan sementara kios pada Kamis (13/11/2025).

JAKARTA – Pedagang obat dan alat kesehatan di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, beramai-ramai melakukan protes terkait penutupan sementara kios farmasi oleh Perumda Pasar Jaya.

Para pedagang mengeluhkan kebijakan tersebut yang dinilai mendadak dan memberatkan para pelaku usaha kecil di kawasan itu.

Aksi penutupan kios dimulai sejak pukul 10.15 WIB bersama dengan pihak Perumda Pasar Jaya dan dibantu petugas keamanan dari Pasar Pramuka.

Terlihat puluhan pedagang tampak menutup kios secara serentak sebagai bentuk solidaritas. Beberapa pedagang terlihat berteriak menyerukan agar seluruh kios ditutup.

"Tutup aja, tutup semua! Masa kita tidak boleh dagang," teriak seorang pedagang perempuan di tengah kerumunan.

Seorang pedagang obat lainnya bernama Buyung (30) mengaku kecewa karena baru mengetahui soal penutupan tersebut hari ini.

Padahal, sehari sebelumnya pihak pengelola menyebut masih memperbolehkan kios beroperasi.

"Katanya mau revitalisasi. Kalau biayanya sekitar Rp200 juta mungkin masih bisa diusahakan, tapi mintanya sekitar Rp400 juta. Baru hari ini tahu ada penutupan. Kemarin dibilang boleh buka sama orang PD (Pasar Jaya), makanya ini kami solidaritas," jelas Buyung.

Dia menambahkan sebagian pedagang juga sudah membayar kewajiban mereka, namun tetap terdampak oleh kebijakan tersebut

"Ini saya sudah bayar. Yang sudah bayar bisa dihitung, makanya mereka turun (protes), mungkin kebanyakan yang belum bayar. Kalau segelan tidak ada, adanya penutupan sekarang ini," ucap Buyung.

Sementara itu, sejumlah pedagang lainnya mengaku bingung harus mencari nafkah dari mana selama kios ditutup.

"Kasihanilah hidup kami, kami tidak ada gaji UMP (upah minimum provinsi). Mau makan gimana?" keluh pedagang lainnya.

Para pedagang pun berharap Perumda Pasar Jaya dapat meninjau ulang kebijakan tersebut dan memberikan solusi yang adil, termasuk mekanisme pembayaran pascarevitalisasi atau relokasi yang lebih manusiawi.

Hingga siang hari, penutupan kios sementara sekaligus aksi protes dari para pedagang masih berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.