Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemdiktisaintek dan Apindo Dorong Komersialisasi Hasil Riset dan Inovasi

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 23:21 WIB | Oleh:
Kemdiktisaintek dan Apindo Dorong Komersialisasi Hasil Riset dan Inovasi Doc: Istimewa
Ket. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto.

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) beri dukungan riset untuk industri melalui Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, dukungan tersebut dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan riset yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Presiden menginginkan adanya percepatan pada pertumbuhan ekonomi pada peningkatan kesejahteraan yang tentunya di situ engine utamanya adalah industri berbasis pengetahuan, berbasis inovasi, berbasis teknologi,” tutur Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, usai pertemuan dengan Apindo, di Jakarta, Kamis (8/5).

Mendiktisaintek juga menyampaikan bahwa kunci dari kemajuan yang cepat antara pendidikan tinggi dan industri adalah adanya kolaborasi yang erat antara keduanya, sehingga bisa terjadi penguatan antara kedua sektor. Pihaknya ingin riset-riset di kampus memang dibutuhkan oleh industri.

"Kami sangat terbuka apabila industri membutuhkan sumber daya unggul dari pendidikan tinggi,” jelasnya.

Brian juga berharap melalui Apindo menjembatani Kemendiktisaintek dengan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini penting dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi yang berdampak bagi UMKM.

"Seperti melakukan pendampingan UMKM, mahasiswa magang, dan potensi lainnya," tuturnya.

Ketua Apindo, Shinta W. Kamdani, menyambut baik tawaran tersebut. Ke depannya, kedua pihak akan menyusun nota kesepahaman.

Dia menyebut, salah satu kerjasama riset dan industri yang akan dilaksanakan berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya hayati lokal, rumput laut. Menurutnya, penguatan link and match penting agar luaran dari pendidikan tidak bisa diserap oleh industri.

"Karenanya kuncinya dari semenjak dahulu adalah link and match, apa sebenarnya permintaannya, demand-nya, itu jenis pekerjaan seperti apa. Jadi apa yang keluar juga bisa kita serap langsung di industri yang berkaitan,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.