Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BI DKI Optimistis, Musim Panen Bantu Inflasi Jakarta Triwulan II Terkendali

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 19:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI DKI Optimistis, Musim Panen Bantu Inflasi Jakarta Triwulan II Terkendali Doc: Antara
Ket. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar di sela sela acara launching Connect Jakarta, Kamis, (8/5)

JAKARTA-Inflasi Jakarta pada Triwulan II 2025 diprakirakan tetap terkendali, didukung oleh musim panen beberapa komoditas strategis seperti beras dan aneka cabai yang tengah berlangsung. Hal ini tercermin dari pemantauan harga Info Pangan Jakarta (IPJ) yang menunjukkan penurunan. 

"Selain itu, pasokan beberapa komoditas strategis juga terjaga baik. Optimisme inflasi yang terjaga juga berasal dari harga minyak dunia yang menurun,"ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Arlyana Abubakar dalam acara launching Connect Jakarta, Kamis, (8/5)

Kendati demikian papar Arlyana, lonjakan harga emas global yang terus berlanjut menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai, mengingat komoditas emas perhiasan termasuk dalam kelompok barang yang memengaruhi inflasi inti.

Diketahui, pada April 2025, Jakarta mengalami inflasi 1,44% (mtm), utamanya disumbang oleh kelompok Administered Prices (AP) seiring normalisasi tarif Listrik. Selain itu, kelompok inflasi Inti (CI) juga turut menyumbang inflasi Jakarta pada April 2025 didorong oleh terus berlanjutnya kenaikan harga emas perhiasan, sejalan dengan tren harga emas global yang meningkat. 

Kelompok Volatile Food (VF) juga turut menyumbang inflasi seiring peningkatan harga bawang merah, bawang putih, dan tomat. Adapun, peningkatan harga dipengaruhi oleh terbatasnya produksi bawang merah dan realisasi impor bawang putih. Secara tahunan, inflasi Jakarta tercatat sebesar 2,21% (yoy), dan jika dibandingkan dengan kota di sekitarnya, inflasi Jakarta menjadi yang paling tinggi. 

Prospek inflasi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% (yoy). Hal ini didukung semakin terkendalinya inflasi pangan seiring cuaca yang lebih kondusif dan penguatan program GNPIP. 

Namun, masih terdapat risiko yang perlu diwaspadai yaitu masih berlangsungnya tensi geopolitik sehingga berdampak pada volatilitas harga pangan dan energi global serta berlanjutnya kenaikan harga emas global. 

Menurut Arlyana, untuk keseluruhan tahun 2025, perekonomian Jakarta diprakirakan tumbuh pada batas bawah kisaran 4,60% - 5,40% (yoy), dari 4,90% pada tahun 2024. Dari sisi pengeluaran, investasi khususnya investasi swasta diprakirakan menjadi penggerak perekonomian Jakarta pada tahun 2025 sejalan dengan masih berlanjutnya proyek-proyek strategis, khususnya yang bersifat multitahun. Dari sisi lapangan usaha, prospek pertumbuhan ditopang oleh LU konstruksi sejalan dengan meningkatnya investasi.

Beberapa risiko yang perlu diwaspadai sepanjang tahun 2025 terutama bersumber dari global seperti perlambatan ekonomi global, fragmentasi perdagangan yang semakin meluas serta berlanjutnya ketegangan geopolitik.

Connect Jakarta 2025

Dalam rangka mendukung penguatan ekonomi domestik di tengah dinamika ekonomi global, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama stakeholder antara lain pemerintah, akademisi, pelaku usaha/bisnis serta media massa, telah menyelenggarakan launching Connect Jakarta pada Kamis, 8 Mei 2025.

Arlyana mengatakan bahwa Connect Jakarta adalah program kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama unsur pentahelix untuk kembali memperkuat pondasi sinergi dan kolaborasi sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi di segala aspek demi mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta sebagai Kota Global dan pusat perekonomian yang berdaya saing, berkelanjutan dan menyejahterakan seluruh warganya.

Berlandaskan hal ini, Connect Jakarta memiliki tagline “Sinergi dan Kolaborasi Untuk Jakarta Mendunia”. Arlyana Abubakar menyampaikan bahwa lingkungan strategis ke depan baik di tataran global maupun domestik cukup dinamis, sehingga perlu sinergi yang kuat lintas stakeholders agar respon kebijakan yang diambil bisa efektif dan tepat sasaran. 

Di tengah tantangan tersebut, pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan berpeluang tumbuh pada kisaran 4,6-5,4 persen dengan inflasi yang terkendali pada sasaran 2,5±1 persen. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

29 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.