Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ADB Harapkan Pemerintahan di Asia Pasifik Perkecil Kesenjangan Digital

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
ADB Harapkan Pemerintahan di Asia Pasifik Perkecil Kesenjangan Digital Doc: ADB

JAKARFTA - Asian Development Bank (ADB) mengharapkan pemerintahan di kawasan Asia dan Pasifik perlu memaksimalkan pemanfaatan digitalisasi dengan memperkecil kesenjangan digital demi mengurangi ketimpangan ekonomi di wilayah tersebut.

"Pemerintah yang mendorong digitalisasi yang inklusif dan berkelanjutan memiliki peluang untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas dan inovasi secara keseluruhan, tetapi juga mengurangi kesenjangan ekonomi di saat yang bersamaan," kata Kepala Ekonom ADB Albert Park dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Menurut laporan terbaru ADB bertajuk "Asian Development Policy Report 2025: Memanfaatkan Transformasi Digital untuk Kebaikan", yang dirilis pada Selasa (6/5/2025), untuk memanfaatkan potensi digitalisasi, pemerintah perlu mempersempit kesenjangan digital, termasuk kesenjangan dalam hal infrastruktur, akses, dan keterampilan.

Albert menuturkan digitalisasi dapat mengurangi ketidaksetaraan dengan memperluas akses ke layanan dasar seperti keuangan pribadi dan pendidikan, atau dengan membantu pemilik usaha kecil mengatasi hambatan seperti kurangnya akses ke pembiayaan atau jaringan bisnis.

Transformasi digital juga dapat membantu mempercepat peralihan ke pembangunan rendah karbon dan membuat masyarakat di wilayah tersebut lebih tahan terhadap cuaca ekstrem dan bencana, misalnya dengan mendukung pemodelan dan analitik untuk meningkatkan manajemen risiko bencana dan memperkirakan pola iklim untuk mengidentifikasi solusi seperti tanaman yang tahan terhadap iklim.

Laporan ini merekomendasikan agar pemerintah di negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik mengadopsi strategi digital nasional yang mengintegrasikan tujuan inklusi dan keberlanjutan, serta memberlakukan kebijakan yang disesuaikan dengan kondisi setempat untuk mendorong tujuan-tujuan tersebut. Pemerintah juga harus melibatkan sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal dan internasional.

Albert mengatakan meskipun negara-negara berkembang di Asia dan Pasifik telah melampaui kawasan lain dalam hal perkembangan digital dalam beberapa dekade terakhir, namun manfaatnya belum dirasakan secara merata.

Berdasarkan laporan tersebut, di seluruh kawasan Asia dan Pasifik, persentase penduduk yang menggunakan internet 13 persen lebih tinggi di wilayah perkotaan dibandingkan dengan wilayah pedesaan,

Kecepatan unduh internet seluler juga 38 persen lebih cepat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Studi sebelumnya juga menemukan bahwa banyak negara berkembang di Asia dan Pasifik yang tertinggal dalam hal inklusi digital dan memiliki tingkat keterampilan digital yang rendah.

Pada saat yang sama, meskipun ada perkembangan dan pertumbuhan yang pesat, ketimpangan ekonomi tetap ada di kawasan ini. Koefisien Gini rata-rata tertimbang populasi di negara-negara Asia yang berkembang, sebuah ukuran ketidaksetaraan domestik, adalah 6 persen lebih tinggi pada 2022 dibandingkan tahun 1990.

Pada tahun lalu, 18,9 persen dari populasi kawasan ini diklasifikasikan sebagai penduduk miskin, yang didefinisikan sebagai mereka yang hidup dengan pendapatan kurang dari 3,65 dolar AS per hari.

"Transformasi digital yang cepat di kawasan negara-negara berkembang Asia dan Pasifik menempatkan kawasan ini pada posisi yang tepat untuk memetik manfaat yang signifikan," ujar Albert.

ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di Asia dan Pasifik.

Bekerja sama dengan para anggota dan mitranya untuk mengatasi tantangan yang kompleks secara bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan melindungi bumi kita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Anoman Obong Kalau Jadi Tema Game Bakal Seru

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Anoman Obong Kalau Jadi Tem...
Olahraga
PSS Sleman Gagal Melanjutka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.