Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jatim Mengalokasikan Rp12 Miliar Bansos bagi Warga Bondowoso

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jatim Mengalokasikan Rp12 Miliar Bansos bagi Warga Bondowoso Doc: ANTARA
Ket. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan bantuan sosial di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Selasa (6/5/2025).

BONDOWOSO (07/5) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran untuk perlindungan sosial Rp12,923 miliar warga kurang mampu dan kelompok rentan serta disabilitas di Kabupaten Bondowoso.

Untuk Kabupaten Bondowoso, bantuan sosial yang disalurkan terdiri atas tiga kategori utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lansia rentan, bantuan kemiskinan ekstrem, dan penyandang disabilitas, sedangkan jumlah penerima sekitar 8.000 orang.

"Alhamdulillah, pada Selasa (6/5) kemarin menyerahkan bantuan sosial untuk masyarakat Bondowoso dengan total nilai Rp12,9 miliar, bansos ini kami harapkan bisa memberikan penguatan bagi keluarga-keluarga penerima manfaat," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan diterima di Bondowoso, Rabu.

Ia menyebutkan jumlah penerima PKH Plus 1.818 orang dengan total nilai Rp3.636.000.000, sedangkan penyaluran dibagi empat tahap, masing-masing senilai Rp500.000 per penerima.

Ia mengatakan bantuan asistensi sosial penyandang disabilitas (ASPD) disalurkan kepada 115 orang dengan total nilai bantuan Rp1.400.000.000, sedangkan penyaluran dilakukan empat tahap dan tahap pertama telah diserahkan senilai Rp103.500.000 atau Rp900.000 per penerima.

Kategori ketiga berupa bantuan sosial untuk kemiskinan ekstrem dengan sasaran 5.862 penerima manfaat di Bondowoso, masing-masing menerima Rp1.500.000 yang disalurkan satu kali dalam setahun, dengan total nilai Rp8.793.000.000.

"Ini bukan sekadar bantuan tunai, tapi juga bentuk perhatian dan dukungan moral dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar masyarakat kuat berdaya," kata dia.

Gubernur Khofifah menambahkan bantuan kemiskinan ekstrem salah satu fokus utama pemerintah pusat maupun daerah, sebagai bagian dari target penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia pada 2024–2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.