Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Film AS Cemas Setelah Trump Usulkan Tarif 100% untuk Produksi Luar Negeri

📅 Senin, 05 Mei 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Industri Film AS Cemas Setelah Trump Usulkan Tarif 100% untuk Produksi Luar Negeri Doc: Screen Daily

JAKARTA - Ketegangan melanda industri film Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump menyatakan niatnya untuk mengenakan tarif 100% terhadap semua film yang diproduksi di luar negeri dan masuk ke pasar AS. Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menilai bahwa industri film domestik “sekarat dengan sangat cepat” karena banyak studio dan pembuat film memilih produksi di luar negeri demi efisiensi biaya dan insentif fiskal dari negara lain.

Trump menyebut situasi tersebut sebagai ancaman terhadap keamanan nasional dan menutup pernyataannya dengan tegas.

“Kami ingin film-film dibuat di Amerika, lagi!”

Meskipun belum ada detail implementasi resmi, Trump mengatakan telah menginstruksikan Departemen Perdagangan dan Perwakilan Dagang AS untuk mengatur kebijakan ini, yang disebut-sebut bisa berdampak besar pada arus produksi global industri perfilman.

Studio besar seperti Disney, Universal, dan Warner Bros telah lama menjadikan Inggris, Kanada, Australia, dan Eropa Timur sebagai lokasi favorit syuting. Hal ini karena insentif pajak, kru internasional yang profesional, dan penghematan biaya yang signifikan. Sejumlah film besar seperti Avengers: Doomsday, Fantastic Four: First Steps, dan film Spider-Man terbaru dijadwalkan atau telah difilmkan di luar AS, terutama di Pinewood Studios, Inggris.

Namun, Trump tidak secara eksplisit menyebut industri televisi dalam rencananya, dan belum ada kepastian apakah tarif juga akan mencakup layanan pascaproduksi atau hanya produksi utama. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sendiri memiliki moratorium yang mencegah tarif terhadap barang digital, menjadikan rencana Trump rumit secara hukum dan teknis.

Ketidakpastian mengenai penerapan tarif ini membuat para pelaku industri gelisah, terutama menjelang Festival Film Cannes yang akan menjadi ajang penting bagi transaksi dan kesepakatan distribusi. Para agen penjualan film kini juga mempertanyakan dampak potensial dari kebijakan ini terhadap pembeli internasional dan kemungkinan adanya tarif balasan dari negara lain.

Produksi internasional selama ini menjadi pilihan utama studio sejak pemogokan Hollywood 2023 yang menyebabkan jeda panjang dan relokasi syuting ke luar negeri. Dengan proposal Trump yang belum memiliki kerangka hukum dan teknis yang jelas, industri hanya bisa menunggu sambil berspekulasi apakah ini akan benar-benar diwujudkan atau sekadar manuver politik belaka menjelang pemilu.

Sementara itu, upaya untuk mempertahankan daya saing produksi domestik sedang digencarkan oleh Gubernur California Gavin Newsom yang ingin melipatgandakan anggaran insentif film negara bagian. Di tingkat federal, dua RUU sedang dibahas untuk memberi potongan pajak yang lebih luas meski ironisnya, inisiatif itu dipimpin oleh Adam Schiff, tokoh yang kerap menjadi target kritik Trump.

Para tokoh Hollywood yang dekat dengan Trump, seperti Jon Voight, Mel Gibson, dan Sylvester Stallone, belum memberikan tanggapan resmi. Namun, Gibson sebelumnya menyatakan bahwa produksi di luar negeri jauh lebih murah dibandingkan syuting di Los Angeles, bahkan ketika seluruh kru diterbangkan ke Eropa untuk syuting singkat.

Dalam laporan terbarunya, FilmLA menyatakan bahwa produksi film pada kuartal pertama 2024 turun hampir 29% dibandingkan tahun sebelumnya, menjadikan tahun ini sebagai tahun kedua paling suram dalam sejarah perfilman AS setelah 2020. Jika tarif benar-benar diterapkan, tren penurunan ini bisa semakin memburuk dan memperkuat ketergantungan industri pada lokasi produksi luar negeri justru kebalikan dari tujuan Trump.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.