Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantaran Sungai Musi Disulap Jadi Rumah Susun? Polemik Solusi Urbanisasi Palembang

📅 Senin, 05 Mei 2025, 16:27 WIB | Oleh:
Bantaran Sungai Musi Disulap Jadi Rumah Susun? Polemik Solusi Urbanisasi Palembang Doc: ANTARA/yds
Ket. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PUPR), Fahri Hamzah, melontarkan ide pembangunan rumah susun di sepanjang bantaran Sungai Musi dengan berbagai tujuan.

PALEMBANG - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PUPR), Fahri Hamzah, melontarkan ide pembangunan rumah susun secara masif di sepanjang bantaran Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Usulan ini bertujuan untuk menata kawasan pinggir sungai, mencegah pembuangan limbah ke sungai, sekaligus menciptakan potensi wisata sungai yang bersih.

Fahri Hamzah, saat berada di Palembang, Senin (5/5/2025), menyatakan bahwa pembersihan bantaran sungai dan relokasi warga ke rumah susun dapat menjaga kebersihan Sungai Musi di masa depan. Ia juga menyoroti status Palembang sebagai kota tertua di Indonesia yang perlu diprioritaskan penataannya seiring dengan tingginya angka urbanisasi yang diprediksi mencapai 70 persen dalam 10 tahun ke depan.

Menurutnya, pembangunan rumah vertikal menjadi solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan dan mencegah tumbuhnya permukiman informal. Wamen PUPR berencana mengusulkan program ini secara masif dalam APBN 2026.

Dr. Ing. Yanto Budisusanto, seorang pakar tata kota dari Institut Teknologi Bandung, menilai bahwa ide pembangunan rumah susun di bantaran sungai memiliki potensi, sekaligus tantangan.

"Secara konsep, ini bisa menjadi solusi untuk menata kawasan kumuh dan meningkatkan kualitas lingkungan sungai. Namun, perlu kajian mendalam terkait aspek geoteknik, risiko banjir, serta dampak sosial dan ekonomi bagi warga yang direlokasi. Desain rumah susun juga harus memperhatikan kearifan lokal dan tidak menghilangkan identitas masyarakat bantaran sungai," terangnya.

Wahyu Setiawan, seorang aktivis lingkungan dari Walhi Sumatera Selatan, malah membahas kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan dari pembangunan rumah susun di bantaran sungai.

"Meski tujuannya baik untuk membersihkan sungai, pembangunan fisik yang masif di sepanjang bantaran bisa mengganggu ekosistem sungai, termasuk aliran air dan keanekaragaman hayati. Pemerintah perlu memastikan adanya Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang komprehensif dan melibatkan partisipasi masyarakat setempat dalam perencanaan," katanya.

Usulan pembangunan rumah susun di bantaran Sungai Musi ini masih dalam tahap perencanaan. Pemerintah diharapkan dapat mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk teknis, sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar solusi yang dihasilkan benar-benar efektif dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Perum Bulog Percepat Penyaluran Bantuan Pangan di Depok

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Megapolitan
Tangerang 10K Jadi Pintu Ma...
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.