Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nahas! Seorang Pria di Kotawaringin Timur Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai

📅 Minggu, 04 Mei 2025, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nahas! Seorang Pria di Kotawaringin Timur Diserang Buaya Saat Wudhu di Sungai Doc: BKSDA Sampit
Ket. Seorang warga Kotim menjadi korban serangan buaya saat sedang berwudhu di DAS Sampit, Sabtu (3/5/2025).

SAMPIT - Seorang pria berusia sekitar 46 tahun, warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantang Tengah (Kalteng) yang sedang berwudhu di sungai diserang buaya.

“Kejadiannya sekitar waktu shalat Isya, korbannya selamat, tetapi mengalami luka di tangan sebelah kanan dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapat penanganan medis,” kata Camat Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur Muslih dihubungi dari Sampit, Minggu (4/5).

Muslih menyampaikan kejadian nahas itu menimpa salah seorang warganya bernama Samsul Anwar di Desa Bagendang Tengah atau warga setempat menyebutnya Desa Ramban.

Serangan buaya itu terjadi ketika korban sedang wudhu di bawah titian jembatan atau lanting yang berada di daerah aliran sungai (DAS) Sampit dan disaksikan oleh istri korban.

Korban sempat diseret ke sungai, melihat hal itu istri korban segera berusaha menarik korban sembari meminta bantuan warga sekitar.

Warga yang mendengar teriakan minta tolong segera membantu hingga korban berhasil diselamatkan meski mengalami luka di lengan kanannya. Korban segera dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan pengobatan.

Korban mendapat kurang lebih 15 jahitan dari bekas serangan buaya dan saat ini korban sudah dibawa kembali ke kediamannya.

“Keterangan istri korban yang melihat, ukuran buayanya cukup besar sekitar empat meter, saat itu istri korban ikut membantu saat korban melawan tarikan buaya. Itu informasi yang kami dapatkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah mengaku menerima laporan terkait serangan buaya di Desa Ramban dari kepala desa setempat.

“Iya benar, kami sudah menerima laporan dari Kepala Desa Ramban terkait serangan buaya terhadap salah seorang warga. Rencananya kami ke lokasi serangan secepatnya,” ujarnya.

Berdasarkan data BKSDA Resort Sampit, kasus serangan buaya kali ini merupakan kasus keempat sejak Januari 2025 di wilayah Kotim, sekaligus yang kedua kalinya di Desa Ramban perairan Sungai Sampit selama lima tahun terakhir.

Mei 2022, kasus serangan buaya juga terjadi di Desa Ramban. Korbannya seorang wanita bernama Siti Mahwiyah yang saat kejadian berusia 42 tahun.

Sama seperti korban di atas, Siti mengalami serangan buaya saat sedang wudhu di sungai. Siti berhasil selamat, tetapi mengalami luka cukup parah di bagian paha dan kaki.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.