Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tanam raya dan terobosan cerdas menggenjot produksi pangan

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 09:10 WIB | Oleh:

Kedua, menekan serangan hama dan penyakit yang kerap merebak saat pola tanam tidak seragam. Keuntungan ini sangat penting dalam mengurangi ketergantungan pada pestisida dan meningkatkan kualitas hasil panen.

Ketiga, mendongkrak produktivitas karena optimalisasi sumber daya dan lahan. Inisiatif seperti ini sering diorganisasi oleh pemerintah atau kelompok tani dalam skala besar untuk mendorong ketahanan pangan dan mencegah kekurangan bahan pokok.

Langkah Presiden Prabowo dan para menteri yang terjun langsung di lapangan adalah simbol kepedulian tinggi terhadap petani.

Mereka tidak hanya mengeluarkan kebijakan dari balik meja, tetapi menunjukkan keberpihakan nyata dengan hadir di sawah, merasakan langsung denyut nadi petani.

Kementerian Pertanian menunjukkan kinerja luar biasa dalam mendorong produksi menuju swasembada. Serapan gabah yang tinggi menjadi indikator keberhasilan yang tidak bisa dipandang remeh.

Swasembada beras

Namun ada pertanyaan yang tak boleh diabaikan yakni apakah Indonesia telah memiliki grand desain swasembada beras yang sekaligus menyejahterakan petani?

Ini bukan sekadar soal produksi berlimpah, tetapi bagaimana keberlimpahan itu bermuara pada peningkatan kualitas hidup petani. Apakah petani bisa mengakses harga yang layak? Apakah pendapatan mereka stabil? Apakah mereka memiliki jaminan perlindungan terhadap gagal panen atau fluktuasi harga pasar?

Sejarah mencatat, peningkatan produksi belum tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan petani.

Banyak variabel lain yang memengaruhi, terutama harga jual gabah di tingkat petani. Ketika harga jatuh, maka surplus produksi justru menjadi beban, bukan berkah.

Di sinilah pentingnya peran negara dalam menjaga keseimbangan harga dan menjamin bahwa petani tidak dirugikan.

Kebijakan satu harga pembelian gabah oleh pemerintah, tanpa ketentuan teknis soal kadar air dan hampa, menjadi angin segar. Ini adalah bentuk keberpihakan yang nyata. Apalagi kebijakan tersebut dikawal langsung oleh Presiden.

Ini memberi harapan bahwa nasib petani mulai diperhatikan secara lebih serius, tidak hanya sebagai produsen pangan tetapi juga sebagai warga negara yang berhak atas kesejahteraan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

18 menit yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

30 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.