Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen PPPA Tegaskan! Memiliki Anak Tanpa Perencanaan Bisa Hancurkan Masa Depan!

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamen PPPA Tegaskan! Memiliki Anak Tanpa Perencanaan Bisa Hancurkan Masa Depan! Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan dalam kegiatan panen "Padi Sehat Pribumi" di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, Bali. ANTARA/HO-KemenPPPA

Jakarta - Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan mengajak masyarakat untuk dapat merencanakan keluarga dengan baik agar menghasilkan keluarga dan anak-anak yang berkualitas.

"Kita semua harus punya pola pikir baru bahwa memiliki anak harus dibarengi dengan perencanaan keluarga yang matang agar anak-anak yang dilahirkan terpenuhi kualitas tumbuh kembangnya," kata Wamen PPPA Veronica Tan dalam keterangan di Jakarta, Jumat (2/5).

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan panen "Padi Sehat Pribumi" di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, Bali.

Menurut dia, anak-anak adalah tanggung jawab utama orang tua, sehingga diperlukan pertimbangan yang matang dalam memiliki anak.

"Bukan hanya sebatas berapa banyak jumlah anak yang bisa dimiliki. Mau punya anak berapa pun, itu hak tiap orang tua, tetapi pertimbangkan juga kemampuan ekonomi orang tua dan kemampuan untuk memberi kesetaraan yang sama antara anak laki-laki dan anak perempuan," kata Veronica Tan.

Selain itu, keluarga berkualitas wajib memastikan anak tidak stuntingdengan memberikan gizi yang baik.

Veronica Tan pun menyoroti kaum perempuan yang tidak hanya sebagai tulang rusuk suami, tetapi lebih dari itu, dengan menjadi tulang punggung keluarga.

"Banyak sekali perempuan yang berjuang sebagai sebagai tulang punggung keluarga. Selain sebagai tulang punggung keluarga, perempuan juga dituntut dapat menjadi manajer keluarga. Menjadi manajer dalam keluarga ini tidak ada sekolahnya, mereka terbukti menjadikan diri mereka berdaya. Pekerjaan perempuan dalam rumah tangga seringkali tidak diakui sebagai sebuah profesi. Ketika para suami bekerja, para istri inilah yang bertanggung jawab penuh mengelola keluarga dan mendidik anak," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya pun meminta pemerintah daerah untuk melibatkan perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan.

"Saya titip ke pemerintah daerah, libatkan perempuan minimal 30 persen dalam musyawarah perencanaan pembangunan. Suara mereka berharga dan harus dipertimbangkan," kata Veronica Tan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.