Pembicaraan Nuklir AS-Iran Ditunda, Trump Ancam Beri Sanksi
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 10:23 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
WASHINGTON – Amerika Serikat memperkirakan perundingan nuklir baru dengan Iran akan segera berlangsung, namun Presiden Donald Trump berjanji akan menegakkan sanksi dan menyerukan boikot global terhadapapa pun, minyak atau petrokimia Iran.
Iran mengatakan, putaran keempat perundingan dengan pemerintahan Trump, yang sedianya akan berlangsung akhir pekan ini di Roma, telah ditunda.
Oman, yang telah menjadi mediator antara kedua pihak yang bertikai, mengatakan "alasan logistik" menjadi penyebab keterlambatan tersebut.
Namun di Washington, juru bicara Departemen Luar Negeri Tammy Bruce mengatakan tanggal dan tempat pertemuan belum pernah diputuskan.
"Kami memperkirakan putaran pembicaraan berikutnya akan berlangsung dalam waktu dekat," ujarnya kepada wartawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump yang membatalkan kesepakatan nuklir sebelumnya pada tahun 2018, telah menyuarakan harapan akan tercapainya kesepakatan baru guna menyelesaikan kekhawatiran dan mencegah kemungkinan serangan militer Israel terhadap Iran.
Namun, ia telah berbicara terbuka tentang ambivalensinya. Saat kembali menjabat, ia berjanji untuk kembali ke "tekanan maksimum", namun mengatakan ia melakukannya dengan enggan, atas perintah penasihat yang agresif.
Iran menginginkan keringanan dari sanksi besar-besaran yang dijatuhkan Trump pada periode pertama, termasuk upaya AS melarang semua negara membeli minyak Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Trump pada hari Kamis berjanji akan menegakkan sanksi, sehari setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap tujuh perusahaan yang dituduh mengangkut produk minyak bumi asal Iran.
"Semua pembelian minyak Iran atau produk petrokimia harus dihentikan, SEKARANG!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
"Setiap Negara atau orang yang membeli MINYAK atau PETROKIMIA dalam JUMLAH APAPUN dari Iran akan segera dikenakan Sanksi Sekunder," tulisnya.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Rabu memperingatkan Iran di media sosial atas dukungannya terhadap pemberontak Houthi Yaman, yang sedang digempur serangan udara AS atas peluncuran rudal mereka di Laut Merah dalam rangka solidaritas dengan Palestina.
"Anda tahu betul apa yang mampu dilakukan Militer AS — dan Anda telah diperingatkan. Anda akan menanggung AKIBATNYA pada waktu dan tempat yang kami pilih," tulis Hegseth.
Kurangnya Niat Baik
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!