Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Warning! Jangan Asal Kucur Kredit ke Industri TPT, Bisa Bahaya!

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 14:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Warning! Jangan Asal Kucur Kredit ke Industri TPT, Bisa Bahaya! Doc: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Ket. Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pakaian di salah satu pabrik garmen di Banjarnegara, Jawa Tengah, Senin (15/1/2023).

JAKARTA - Prinsip kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan kredit sangat penting karena pembiayaan yang disalurkan bank memiliki risiko yang tinggi. Jika prinsip kehati-hatian tidak diterapkan, risiko kredit macet meningkat, yang dapat menyebabkan kerugian bagi bank dan bahkan menyebabkan kegagalan perbankan. 

Dengan menerapkan prinsip kehati-hatian, bank dapat menjalankan kegiatan perusahaannya dengan aman dan bertanggung jawab, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan industri perbankan mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur serta prinsip kehati-hatian (prudent) dalam penyaluran kredit ke industri tekstil dan produk tekstil (TPT), meski industri tersebut masih menjanjikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (2/5), mencatat pembiayaan kredit perbankan kepada industri pengolahan TPT mencakup tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki, pada posisi Februari 2025 sebesar Rp103.549,1 miliar, tumbuh 0,19 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan Februari 2024.

Apabila dilihat secara lebih rinci, kredit pengolahan kulit dan alas kaki masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi masing-masing 14,14 persen yoy dan 3,54 persen yoy.

Dian menyampaikan industri perbankan telah melakukan mitigasi risiko untuk mengantisipasi penurunan kualitas kredit di sektor tekstil dengan membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas kredit bermasalah di sektor tekstil dengan coverage CKPN sebesar 80-90 persen untuk total kredit bermasalah.

Dian juga memandang perkembangan industri TPT di Indonesia masih cukup menjanjikan dilihat dari meningkatnya realisasi investasi di sektor TPT menjadi Rp39,21 triliun pada 2024 atau naik 31,1 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp29,92 triliun.

Selain itu, pada kuartal I 2025, sebanyak empat perusahaan di sektor tekstil dan pakaian jadi telah mengantongi surat keterangan usaha (SKU) dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp304,43 miliar.

Industri TPT juga menyerap 3,87 juta tenaga kerja atau 20,51 persen terhadap total serapan tenaga kerja sektor manufaktur.

Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor TPT mencapai 1,02 miliar dolar Amerika Serikat (AS) per Februari 2025 atau naik 1,41 persen secara bulanan.

Industri TPT, termasuk kulit dan alas kaki, dinilai sebagai penopang ekonomi nasional dan merupakan salah satu sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja (padat karya).

Regulasi pemerintah terkait trade policy, industrial policy, dan investment policy sangat diharapkan untuk mengatasi disrupsi industri TPT, antara lain tingginya biaya produksi dan impor tekstil ilegal, yang pada akhirnya meningkatkan risiko kredit bagi industri perbankan yang menyalurkan kredit pada industri TPT.

"Seiring dengan kondisi dinamika dan tantangan perekonomian nasional dan global saat ini serta masih berlangsungnya pertumbuhan pada industri TPT tersebut, dukungan stakeholders termasuk sinergi dengan perbankan akan mendukung pengembangan industri TPT yang merupakan salah satu penopang dalam pertumbuhan ekonomi nasional, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko yang baik dan terukur serta prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit," tutup Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

30 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.