Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keajaiban di Taman Safari! Kodok Darah Langka Berhasil Dikembangbiakkan, Dunia Konservasi Terpukau!

📅 Kamis, 01 Mei 2025, 17:20 WIB | Oleh:
Keajaiban di Taman Safari! Kodok Darah Langka Berhasil Dikembangbiakkan, Dunia Konservasi Terpukau! Doc: Taman Safari Bogor
Ket. Taman Safari Bogor sukses mengembangbiakkan Kodok Darah yang hampir punah

JAKARTA - Dunia konservasi Indonesia mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, Kodok Darah (Leptophryne cruentata), amfibi endemik Jawa Barat yang terancam punah berhasil dikembangbiakkan di luar habitat aslinya di fasilitas konservasi milik Taman Safari Bogor.

“Ini adalah titik balik penting bagi konservasi amfibi, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia,” ujar Drs. Jansen Manansang, M.Sc, Direktur Taman Safari Indonesia. 

Keberhasilan ini membuka harapan baru untuk menyelamatkan spesies langka yang nyaris hilang dari alam.

Penemuan Tak Terduga, Harapan Tak Disangka
Kodok Darah ditemukan secara tidak sengaja oleh tim gabungan dari TSI, IPB, dan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa saat memantau habitat Elang Jawa pada 2022. 

Padahal, sebelumnya kodok unik ini hanya tercatat di dua taman nasional yaitu Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan Taman Nasional Halimun Salak.

Ditemukannya spesies langka ini memicu pembentukan tim konservasi khusus yang fokus pada perlindungan amfibi endemik di Taman Safari Indonesia.

Si Kodok Berdarah yang Penuh Misteri
Dikenal sebagai Bleeding Toad, tubuh kecil kodok ini dihiasi bercak merah mencolok seperti darah, bukan sekadar hiasan, melainkan bagian dari kelenjar paratoid beracun sebagai pertahanan diri. 

Ukurannya, kecil betina 2,4–4,6 cm, jantan 2–3 cm. Tapi peran ekologis dan nilai konservasinya sangat besar.

Metamorfosis yang Terekam: Keajaiban yang Bisa Disaksikan
Tim konservasi mendokumentasikan seluruh proses kehidupan kodok ini, dari telur hingga berubah menjadi kodok kecil. Tahapan metamorfosis yang berhasil direkam mencakup:
- Hari 0-4: Perkembangan telur
- Hari 6-18: Pembentukan mulut dan organ internal berudu
- Hari 60-76: Perkembangan kaki belakang diikuti kaki depan
- Hari 90-95: Transisi dari air ke darat dengan penyusutan ekor
- Hari 95-100: Kodok merah telah menyelesaikan proses metamorfosis dan sepenuhnya beradaptasi untuk kehidupan di darat.

“Melihat satu sel tumbuh jadi makhluk hidup utuh adalah keajaiban alam yang tak ternilai,” kata Arief Mutargan, Asisten Kurator TSI.

Dilindungi Undang-Undang dan Masuk Daftar Merah IUCN
Kodok Darah merupakan satu-satunya amfibi yang secara resmi dilindungi di Indonesia, dan masuk kategori Critically Endangered oleh IUCN.

Warna mencoloknya tak hanya memikat, tapi juga menjadikannya simbol penting konservasi keanekaragaman hayati.

Peran Besar si Kecil dalam Ekosistem
- Pengendali hama alami
- Makanan bagi predator
- Indikator kualitas lingkungan

Kodok Darah punya kulit sensitif yang membuatnya ideal sebagai bioindikator untuk memantau kesehatan ekosistem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

14 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.