Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aplikasi Video Sora dari OpenAI Bikin Heboh Dunia Digital, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Aplikasi Video Sora dari OpenAI Bikin Heboh Dunia Digital, Ini Kelebihan dan Kekurangannya Doc: OpenAI

JAKARTA – Aplikasi video terbaru dari OpenAI bernama Sora kini menjadi topik panas di dunia teknologi. Kehadirannya mengubah cara orang memandang produksi video berkat kemampuan mengubah teks menjadi video realistis hanya dalam hitungan detik.

Sora dirancang untuk membuat proses pembuatan video menjadi jauh lebih cepat dan efisien. Dengan cukup mengetikkan deskripsi singkat, pengguna dapat menghasilkan visual seolah dibuat oleh tim produksi profesional.

Teknologi ini langsung menarik perhatian para kreator konten, sineas, hingga jurnalis. Mereka menilai Sora bisa menjadi alat revolusioner dalam menciptakan karya visual berkualitas tinggi tanpa biaya besar.

Namun, tidak sedikit juga pihak yang mengungkapkan kekhawatiran terhadap dampaknya. Beberapa ahli menilai kemudahan menciptakan video realistis dapat memicu penyalahgunaan, terutama dalam pembuatan konten palsu atau manipulatif.

Sora sendiri merupakan pengembangan terbaru dari OpenAI setelah kesuksesan ChatGPT dan DALL·E. Platform ini memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan tingkat lanjut yang mampu memahami konteks, gerakan, dan cahaya dengan sangat detail.

Dalam demonstrasi yang dilakukan OpenAI, hasil video buatan Sora tampak sangat alami. Adegan-adegan seperti orang berjalan di jalan raya, hewan bergerak, hingga pemandangan kota pada malam hari terlihat nyaris nyata.

Meski begitu, beberapa pengguna awal melaporkan masih adanya kekurangan pada aspek teknis. Gerakan objek kadang terlihat tidak konsisten, dan detail wajah manusia belum sepenuhnya sempurna.

Pakar teknologi menilai, Sora masih berada di tahap pengembangan yang akan terus diperbaiki. Mereka memprediksi bahwa dalam beberapa tahun ke depan, aplikasi ini akan menjadi bagian penting dalam industri kreatif digital.

“Sora menunjukkan masa depan di mana siapa pun bisa membuat video berkualitas film hanya dengan imajinasi dan teks,” ujar salah satu analis AI global dalam laporannya.

Namun di sisi lain, muncul pula kekhawatiran soal etika dan privasi pengguna. Ada risiko bahwa teknologi ini dapat digunakan untuk membuat video palsu atau deepfake yang berpotensi menyesatkan publik.

OpenAI sendiri menegaskan bahwa mereka menerapkan sistem keamanan dan verifikasi pada setiap konten yang dibuat melalui Sora. Perusahaan juga berkomitmen mengedukasi pengguna agar teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab.

Banyak pihak berharap Sora tidak hanya menjadi tren sesaat, tetapi juga membuka peluang baru dalam dunia kreatif. Dari pendidikan, film, hingga jurnalistik, kemampuannya dianggap bisa membawa perubahan besar.

Aplikasi ini saat ini masih dalam tahap uji coba terbatas dan belum dirilis secara publik. Namun, antusiasme masyarakat global menunjukkan bahwa Sora memiliki potensi untuk mendefinisikan ulang masa depan produksi video.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Sora kini menjadi simbol kemajuan pesat dunia AI. Dunia tengah menyaksikan bagaimana teknologi ini bisa menjadi alat luar biasa sekaligus tantangan etis yang besar bagi masa depan digital.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.