Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Dampak Kekeringan, BPBD Kotim Siapkan Strategi untuk Ketahanan Pangan

2 Kamis, 01 Mei 2025, 10:47 WIB | Oleh:
Cegah Dampak Kekeringan, BPBD Kotim Siapkan Strategi untuk Ketahanan Pangan Cegah Dampak Kekeringan, BPBD Kotim Siapkan Strategi untuk Ketahanan Pangan Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, sekarang kita juga mengantisipasi kekeringan untuk mendukung program swasembada pangan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah melakukan antisipasi lebih luas menghadapi kemarau 2025, bukan hanya terkait peningkatan potensi kebakaran tapi juga kekeringan lahan pertanian.

“Antisipasi yang perlu kita lakukan kali ini lebih luas. Kalau dulu kita bicara soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tapi sekarang kita juga mengantisipasi kekeringan untuk mendukung program swasembada pangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam di Sampit, Kamis.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim kemarau tahun ini lebih singkat, namun tingkat kekeringannya justru lebih tinggi dibanding tahun lalu.

Musim kemarau 2024 lalu dipengaruhi fenomena La Nina yang dapat meningkatkan curah hujan di beberapa wilayah, sehingga cenderung lebih basah. Sedangkan, pada musim kemarau tahun ini diprediksi normal atau netral tanpa dipengaruhi fenomena lainnya.

Oleh karena itu, walaupun musim kemarau diprediksi lebih singkat, namun ancaman kekeringan tetapi perlu menjadi perhatian serius. Terlebih, pemerintah secara nasional menetapkan masa tanam dan kekeringan ini bisa berdampak pada hasil tanam.

BPBD Kotim pun telah melakukan persiapan meliputi 3P, yakni peralatan, personel dan pembiayaan guna mengantisipasi terjadinya karhutla dan kekeringan pada musim kemarau.

“Kami juga berharap seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi terkait potensi kekeringan di musim kemarau ini, seperti memastikan ketersediaan air agar bahan pangan yang ditanam bisa dipanen sesuai dengan target yang ditetapkan,” ujarnya.

Kekeringan merupakan salah satu bencana dan ia menegaskan, bahwa berkaitan dengan kebencanaan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD tetapi semua unsur, sehingga semuanya harus terlibat di dalamnya.

Khususnya dalam mendukung program swasembada pangan, maka sektor pertanian harus lebih waspada akan ancaman kekeringan dengan memastikan ketersediaan air agar tidak menghambat upaya untuk mewujudkan kesuksesan program swasembada pangan.

Terutama pada daerah-daerah yang rawan terjadinya karhutla dan kekeringan serta sulit dijangkau oleh petugas, maka dinas terkait diharapkan bisa mempersiapkan peralatan dan sarana prasarana sebagai antisipasi, serta melibatkan masyarakat dan dunia usaha.

Ketersediaan air untuk pertanian dapat dilakukan dengan fungsional sistem pengairan, terlebih Kotim sebelumnya mendapat bantuan program pompanisasi dari pusat. Program ini bisa membantu mengoptimalkan irigasi persawahan di wilayah yang topografinya sulit.

“Tentunya kita berharap kekeringan itu tidak sampai terjadi tetapi kalaupun itu terjadi maka harus di informasikan secepatnya agar bisa dilakukan tindakan supaya tanaman yang sudah ditanam itu tetap bisa tumbuh dengan baik,” demikian Multazam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pagelaran seni tari di Kabu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.