Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes dan Jepang Memulai Kerja Sama dalam Sektor Caregiver

📅 Rabu, 30 Apr 2025, 10:18 WIB | Oleh:
Kemenkes dan Jepang Memulai Kerja Sama dalam Sektor Caregiver Doc: JICA
Ket. Indonesia dan Jepang memulai kick off meeting yang secara resmi membuka Kerjasama Teknis "Project for Enhancing Caregiver (KAIGO) Competency" di Jakarta, Selasa (29/4/2025).

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) mulai bekerja sama dalam sektor pengasuh (caregiver).

Menurut keterangan pers JICA di Jakarta, Selasa, proyek kerja kedua pihak tersebut bernama Proyek untuk Meningkatkan Kompetensi Pengasuh [Project for Enhancing Caregiver (KAIGO) Competency) yang akan diselenggarakan selama tiga tahun.

Proyek kerja sama tersebut diinisiasi untuk menjawab tantangan yang dihadapi oleh Indonesia yang menghadapi peningkatan jumlah populasi manusia lansia, dan Jepang yang mengalami krisis kekurangan personel caregiver.

Kerja sama tersebut merupakan kerja sama teknis yang meliputi pengiriman tenaga ahli, pelatihan dan pengembangan kapasitas di Jepang, serta bantuan peralatan.

Kerja sama itu ditargetkan untuk mengadaptasi konsep pengetahuan dan teknik caregiving (KAIGO) di Jepang dalam konteks Indonesia, dan mengimplementasikan aktivitas untuk meningkatkan kualitas perawatan jangka panjang di Indonesia.

“Melalui kerja sama ini, kami akan berupaya memastikan sebanyak mungkin lulusan Politeknik Kesehatan percontohan tertarik untuk bekerja di sektor caregiver di Jepang sebagai peluang kerja baru bagi generasi muda Indonesia,” kata Kepala Penasehat proyek Yonemaru.

Yonemaru juga mengatakan, pihaknya akan bekerja keras untuk memastikan kurikulum yang dikembangkan selama tiga tahun ke depan akan berkualitas tinggi sehingga dapat terus berkontribusi kepada Pemerintah Indonesia setelah kerja sama berakhir.

Kerja sama tersebut nantinya akan mengembangkan modul dan materi pembelajaran teknik-teknik caregiver ala Jepang—yang menekankan martabat masyarakat lanjut usia—juga materi terkait budaya dan bahasa Jepang.

Politeknik yang terpilih sebagai politeknik percontohan dalam kerja sama tersebut adalah Politeknik Kesehatan Jakarta, Politeknik Kesehatan Tanjung Karang (Lampung), Politeknik Kesehatan Mataram (Lombok).

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Yuri Farianti mengatakan, sangat penting untuk membangun sistem perawatan lansia dalam negeri dengan mempelajari teknik keperawatan jangka panjang dari Jepang.

“Kami ingin bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti universitas, Politeknik Kesehatan, dan dinas kesehatan provinsi untuk mempercepat pengembangan kurikulum yang berbasis pengetahuan Jepang yang diharapkan membawa manfaat bagi kedua negara, dan mempererat hubungan kerja sama Indonesia-Jepang,” kata Yuri.

Diketahui pada 2023, tujuh persen dari populasi masyarakat Indonesia berusia 65 tahun ke atas, yang pada 2047 akan diperkirakan meningkat menjadi 14 persen. Karena alasan tersebut, di Indonesia akan muncul kebutuhan terhadap layanan keperawatan jangka panjang.

Diketahui pula saat ini, populasi lansia Jepang bertambah dengan cepat, namun di lain sisi fenomena ini dibarengi dengan kekurangan tenaga caregiver karena menurunnya angka kelahiran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.