Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sudah Lama Tak Alami Kenaikan, Legislator Sebut Kenaikan Tarif PAM Jaya Masih Logis

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 17:34 WIB | Oleh:
Sudah Lama Tak Alami Kenaikan, Legislator Sebut Kenaikan Tarif PAM Jaya Masih Logis Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi
Ket. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh dalam diskusi Ngobrolin Jakarta (Ngojak) Lintas Generasi Aktivisme Pro Jakarta yang mengangkat tema "Peningkatan Cakupan Layanan Air Bersih dalam Program 100 Hari Pram-Doel, Mungkinkah?".

JAKARTA - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh menegaskan kenaikan tarif layanan air minum Perumda PAM Jaya masih sangat logis karena sudah lama tidak mengalami kenaikan, sementara biaya pengolahan dan distribusi terus meningkat.

"Air baku yang kita beli dari Perum Jasa Tirta II yang mengelola Waduk Jatiluhur, Jawa Barat juga mengalami kenaikan setiap dua tahun, sementara tarif air PAM Jaya tidak mengalami kenaikan selama 17 tahun terakhir," kata Nova dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (29/4).

Nova dalam diskusi Ngobrolin Jakarta (Ngojak) Lintas Generasi Aktivisme Pro Jakarta yang mengangkat tema "Peningkatan Cakupan Layanan Air Bersih dalam Program 100 Hari Pram-Doel, Mungkinkah?" yang digelar di Jakarta, Senin (28/4),  mengaku sudah mengecek tarif layanan air minum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Solo, hingga Batam.

"Kenaikan tarif air minum PAM Jaya logis. Meskipun mengalami penyesuaian, tarif air PAM Jaya masih tergolong paling rendah jika dibandingkan dengan kota atau provinsi lain di Indonesia," ujarnya.

Dia menilai penyesuaian tarif PAM Jaya juga sudah sangat memenuhi rasa keadilan dengan adanya pengelompokan jenis pelanggan. Misalnya, untuk kategori KI atau rumah tangga sangat sederhana, tarifnya hanya 1.000 rupiah per meter kubik untuk penggunaan air 0-10 meter kubik.

"Melalui skema tarif ini, masyarakat juga bisa mengatur penggunaan air. Semakin dia bisa berhemat air, maka biaya yang dibayarkan akan lebih murah," kata Nova.

Terkait dengan target memenuhi cakupan layanan 100 persen, lanjut dia, PAM Jaya juga perlu fokus pada ketersediaan air baku untuk menjamin suplai atau pasokan.

"Waduk-waduk yang belum rampung harus diselesaikan. Kemudian, juga pembangunan jaringan perpipaan dan mengatasi Non Revenue Water (NRW) atau kebocoran karena ini menjadi bagian integral untuk mencapai layanan 100 persen di Jakarta," paparnya.

Meskipun Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung memberikan target baru penyelesaian cakupan layanan 100 persen dari tahun 2030 menjadi tahun 2029, namun dia optimistis hal itu akan dapat terealisasi.

"Saya yakin dengan kepemimpinan Pak Arief Nasrudin sebagai Direktur Utama PAM Jaya bersama tim akan bisa memenuhi target itu," ujarnya.

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto memastikan, tarif PAM Jaya tetap ekonomis, meskipun dilakukan penyesuaian.

Menurut dia, penerapan tarif baru air minum oleh PAM Jaya merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan air minum secara adil dan merata bagi seluruh warga DKI Jakarta.

"Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah menanggapi penilaian terkait isu kenaikan tarif air PAM Jaya dengan menegaskan bahwa tarif air di Jakarta masih tergolong murah jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah di sekitarnya," ucapnya.

Langkah strategis

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Setelah AGI, Dunia Harus Si...

Masa Depan Bursa Dipertaruhkan

53 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Masa Depan Bursa Dipertaruhkan
Luar Negeri
Prancis Konfirmasi Kasus Eb...

Data Biometrik SIM Benarkah Mampu Meningkatkan Keamanan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Data Biometrik SIM Benarkah...
Daerah
Perilaku Konsumtif dan Kebi...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.