Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerugian yang Diasuransikan akibat Bencana Alam akan Capai $190 Miliar pada Tahun 2025

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerugian yang Diasuransikan akibat Bencana Alam akan Capai $190 Miliar pada Tahun 2025 Doc: Istimewa
Ket. Kebakaran hutan di Los Angeles pada awal tahun merupakan penyumbang utama terhadap angka yang diproyeksikan.

ZURICH – Menurut perusahaan reasuransi Swiss Re dalam sebuah laporan pada Selasa (29/4), badai, topan, banjir, dan bencana alam lainnya dapat menyebabkan kerugian yang diasuransikan sebesar 145 miliar dolar AS pada tahun 2025, naik hampir 6 persen dari tahun 2024 dan menjadi salah satu tahun termahal yang pernah tercatat. Dikutip dari The Straits Times, jumlah kerugian yang diproyeksikan akibat bencana alam yang ditanggung asuransi per tahun sebanding dengan 137 miliar dolar AS yang tercatat pada tahun 2024 dan jauh di atas rata-rata jangka panjang.Laporan Swiss Re menunjuk kebakaran hutan di Los Angeles pada awal tahun sebagai kontributor utama terhadap angka yang diproyeksikan, yang menyebabkan perkiraan kerugian yang diasuransikan sebesar 40 miliar dolar AS."Risiko yang mendasarinya terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan populasi serta perluasan wilayah perkotaan, termasuk di wilayah yang rentan terhadap bencana alam. Selain itu, dampak perubahan iklim berperan dalam memperparah kerugian akibat beberapa bencana cuaca dan wilayah," kata Swiss Re dalam laporannya.“Selain itu, beberapa wilayah, seperti Amerika Utara, Eropa Utara, Asia Tengah dan Timur, telah mengalami peristiwa hujan lebat yang lebih sering akibat dampak perubahan iklim,” tambahnya.Laporan tersebut menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa mematikan seperti banjir di Eropa, Uni Emirat Arab, dan Brasil pada tahun 2024 serta kebakaran hutan Hawaii pada tahun 2023, menunjukkan bahwa tingkat keparahan kerugian meningkat di seluruh dunia atas semua jenis bencana alam (seperti badai petir, banjir, dan kebakaran), termasuk di wilayah-wilayah yang secara tradisional tidak dianggap sebagai “titik rawan” bencana alam.“Namun, AS tetap menjadi tempat terjadinya sebagian besar peristiwa kerugian senilai 1 miliar dolar AS dan lebih, dengan margin yang besar,” tambahnya.Total kerugian akibat bencana alam, termasuk yang tidak ditanggung asuransi, mencapai 318 miliar dolar AS pada tahun 2024, menurut laporan tersebut. Angka tersebut naik dari 292 miliar dolar AS pada tahun 2023 dan jauh di atas rata-rata jangka panjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Sabalenka dan Sinner Yakin ...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.