Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Greenland Menegaskan Pentingnya Saling Menghargai dalam Kemitraan dengan AS

📅 Selasa, 29 Apr 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Greenland Menegaskan Pentingnya Saling Menghargai dalam Kemitraan dengan AS Doc: AFP/Christian Klindt
Ket. Perdana Menteri terpilih Greenland, Jens-Frederik Nielsen saat berbicara kepada wartawan selama pawai menuju konsulat AS dalam demonstrasi, beberapa waktu lalu.

Moskow - Perdana Menteri baru Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan Greenland siap bermitra dan membangun hubungan dengan Amerika Serikat (AS), namun menuntut Gedung Putih tetap menghargai kedaulatannya.

"Kami siap dengan kemitraan kuat dan pembangunan yang lebih dalam. Namun kami minta AS menghargai kami,"  katanya pada Minggu (27/4).

Seperti dikutip dari Antara, berbicara dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen, Nielsen lebih lanjut menegaskan  bahwa Greenland "tidak akan pernah menjadi properti yang diperjualbelikan kepada siapapun."

"Kami akan memodernisasi hubungan antara Greenland dan Denmark," kata Frederiksen, seraya menambahkan bahwa dia "akan senang" bertemu dengan Presiden Donald Trump.

Dalam pernyataannya, pemerintah Greenland menekankan bahwa setiap bentuk kemitraan, baik di bidang ekonomi, politik, maupun sumber daya alam, harus dilakukan dengan menghormati kedaulatan dan kepentingan Greenland sebagai negara otonom.

Greenland, yang merupakan wilayah otonom dari Kerajaan Denmark, telah menunjukkan minat untuk memperkuat kemitraannya dengan AS, terutama dalam sektor energi, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam. Namun, mereka juga menekankan pentingnya menghindari pendekatan yang dapat merugikan kepentingan lokal atau merusak lingkungan.

Pernyataan ini menjadi bagian dari upaya Greenland untuk memastikan bahwa setiap kemitraan internasional dilaksanakan dengan cara yang saling menguntungkan dan tidak hanya menguntungkan pihak asing. Pemerintah Greenland berharap dapat memperjelas sikapnya terkait hubungan luar negeri dan kemitraan dengan negara-negara besar, termasuk AS

Pemberian Dana

Sebelumnya, dalam pernyataannya pada Maret, Presiden Trump mengatakan dia mendukung hak Greenland untuk menentukan nasib sendiri.

Dia pun menyatakan siap menyambut pulau itu ke dalam pangkuan AS seraya menegaskan bahwa hasil ini akan tercapai "dengan satu cara atau cara lain."

AS juga mempertimbangkan pemberian dana kepada Greenland hingga 600 juta dollar (sekitar 10 triliun rupiah) per tahun, sejumlah yang dikucurkan Denmark untuk menjalankan layanan publik di pulau itu.

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari teritori Kerajaan Denmark.

Namun pada 2009, Greenland memperoleh otonomi dengan kemampuan untuk memerintah diri sendiri dan bebas membuat kebijakan dalam negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.