Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG Butuh Amunisi, Kementan Libatkan Peternak Unggas

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 20:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Program MBG Butuh Amunisi, Kementan Libatkan Peternak Unggas Doc: ANTARA FOTO/Anis Efizudin.
Ket. Ilustrasi - Pekerja memberi pakan ayam petelur di sebuah peternakan di Desa Muntung, Candiroto, Temanggung, Jawa Tengah.

TEMANGGUNG - Peran peternak unggas sangat penting dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai penyedia utama protein hewani yang terjangkau dan bergizi, yaitu daging ayam dan telur. Daging ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang murah dan mudah diakses, sehingga menjadi pilihan utama dalam menu MBG. 

Keterlibatan peternak tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan peternak unggas itu sendiri. Selain itu, MBG dapat membantu menyerap surplus produksi ayam dan telur, sehingga menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) terus mendorong agar para peternak unggas mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yakni dengan penyediaan telur ayam.

"Melalui program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi telur ayam, tetapi juga memperkuat keberlanjutan usaha peternakan rakyat," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda di Temanggung, Jumat (25/4).

Ia menyampaikan hal tersebut usai konsolidasi dengan peternak di Jawa Tengah yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera di Temanggung.

Ia mengatakan, seluruh peternak unggas yang tergabung dalam koperasi tersebut telah menyatakan komitmennya dalam penyediaan telur pada program MBG, khususnya di Provinsi Jawa Tengah.

Ia menuturkan, pada program tersebut diperkirakan jumlah dapur sebanyak 8.000 yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jateng dan untuk kebutuhan telur ayam dalam satu minggu sebanyak lima juta butir.

Menurut dia mengingat untuk produktifitas dalam sehari dari seluruh peternak mencapai sembilan juta butir telur sehingga jumlah tersebut dapat memenuhi kebutuhan program MBG maupun masyarakat.

"Program makanan bergizi ini harus memberikan dampak ekonomi sekitar, tentu semua kebutuhan itu harus diambil atau diprioritaskan dari produksi di sekitar dapur, dan tadi sudah disampaikan koperasi peternak unggas sejahtera siap mensuplai salah satunya protein telur untuk kebutuhan MBG tersebut." katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
PMI Cianjur Pastikan Pendis...
Megapolitan
Terdampak Kekeringan, Pemka...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.