Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Badui Turun Gunung, Rayakan Seba Bersama Pemimpin Daerah

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 18:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Badui Turun Gunung, Rayakan Seba Bersama Pemimpin Daerah Doc: Antara
Ket. Ribuan warga Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak siap "turun gunung" merayakan tradisi Seba bersama kepala daerah guna menjalin silaturahmi dan ungkapan rasa syukur selama setahun mengelola usaha pertanian ladang.

Lebak - Ribuan warga Badui Luar dan Badui Dalam di pedalaman Kabupaten Lebak siap "turun gunung" merayakan tradisi Seba bersama kepala daerah guna menjalin silaturahmi dan ungkapan rasa syukur selama setahun mengelola usaha pertanian ladang.

"Kami sebagai warga Badui Luar diharapkan bisa merayakan Seba bersama kepala daerah (bupati dan gubernur, red.) dan pejabat muspida," kata Santa (55), seorang warga Badui, saat ditemui di Lebak , Kamis (24/4).

Masyarakat Badui saat ini sudah mempersiapkan diri untuk merayakan Seba dengan membawa pisang hasil pertanian ladang.

Bahkan, dirinya bersama kelompoknya telah menyiapkan puluhan pohon pisang yang akan dibawa ke Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak dan Gubernur Banten.

Pertemuan warga Badui dengan Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Gubernur Banten Andra Soni serta pejabat muspida merupakan upacara sakral yang harus dilaksanakan setiap tahun.

Perayaan tradisi Seba itu dengan membawa hasil pertanian untuk diserahkan kepada kepala daerah, sebagai ungkapan syukur mereka kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Komoditas pertanian ladang itu, antara lain pisang, beras huma, gula aren, kue tepung laksa, iris, ja'at, dan madu.

"Kami wajib melaksanakan perayaan Seba setahun sekali dan jika tidak dilaksanakan dikhawatirkan terkena malapetaka bencana karena titipan dari leluhur," katanya.

Sekretaris Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak Medi mengatakan masyarakat Badui yang tahun ini merayakan upacara adat Seba Gede berjumlah 1.500 orang, terdiri atas Badui Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikawartana, dan Cikeusik.

Masyarakat Badui Dalam hingga saat ini masih kuat mempertahankan adat dengan berpergian ke manapun berjalan kaki dan dilarang naik kendaraan.

Ciri-ciri masyarakat Badui Dalam dengan kekhasan berpakaian putih, celana putih, dan lomar atau kain penutup kepala yang juga berwarna putih.

Sedangkan, masyarakat Badui Luar dengan kekhasan pakaian hitam, celana hitam, dan lomar berwarna biru menerima modernisasi.

Warga Badui Luar ke manapun berpergian dibolehkan menggunakan angkutan, mobil, dan sepeda motor.

"Kami tahun ini menggelar Seba Gede atau kunjungan besar hingga 1.500 orang dan berharap berjalan lancar dan sukses," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.