Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kuartal Pertama 2025, Laba Bersih Tesla Turun hingga 71 Persen

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 23:18 WIB | Oleh:
Kuartal Pertama 2025, Laba Bersih Tesla Turun hingga 71 Persen Doc: ANTARA/Xinhua/Ding Ting
Ket. Pabrik Tesla di Shanghai, Tiongkok.

JAKARTA - Menurut siaran TechCrunch pada pada Selasa (22/4), perusahaan milik Elon Musk, Tesla membukukan laba bersih 409 juta dolar AS dari total pendapatan 19,3 miliar dolar AS setelah mengirimkan hampir 337.000 kendaraan elektrik pada kuartal pertama 2025.

Laba bersih Tesla itu pada kuartal pertama tahun 2025 turun hingga 71 persen dibandingkan dengan kurun yang sama tahun lalu menurut laporan keuangan perusahaan yang dirilis pada Selasa (22/4).

Dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024, laba bersih perusahaan selama kuartal pertama 2025 turun 71 persen.

Kuartal pertama 2025 merupakan periode terburuk dalam hal pengiriman kendaraan bagi Tesla dalam dua tahun terakhir.

Pendapatan Tesla selama periode itu ditopang oleh penjualan kredit pajak nol emisi senilai 595 juta dollar AS.

Laporan pendapatan perusahaan menyebutkan bahwa tanpa dukungan tersebut perusahaan akan membukukan kerugian.

Walaupun laba bersihnya turun, harga saham Tesla naik dalam perdagangan setelah jam bursa.

Kenaikan itu dapat terjadi karena para investor mempertimbangkan rencana perusahaan memulai produksi mobil listrik terjangkau pada Juni serta pernyataan Elon Musk bahwa ia akan mengurangi peran di Departemen Efisiensi Pemerintahan Amerika Serikat agar bisa lebih fokus pada Tesla.

Musk tidak berkomitmen untuk mengakhiri pekerjaannya di Departemen Efisiensi Pemerintahan, menyatakan bahwa dia masih ingin berkontribusi dalam kapasitas tertentu hingga akhir masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.??????????????

Tesla memperingatkan para pemegang saham bahwa perang dagang bisa berdampak signifikan terhadap bisnisnya.

Perusahaan menyampaikan bahwa kebijakan tarif yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan "perubahan sentimen politik" dapat dapat memiliki "dampak yang berarti pada permintaan produk kami."

Perusahaan mencatat, kebijakan tarif saat ini akan memiliki "dampak yang relatif lebih besar pada bisnis energi kami dibandingkan dengan otomotif."

Tesla menyatakan bahwa perusahaan sedang mengambil langkah-langkah untuk menstabilkan bisnis dalam jangka menengah hingga panjang, dan tetap fokus menjaga kesehatan finansial perusahaan.

Namun, Tesla juga mengingatkan investor bahwa belum ada jaminan angka penjualan kendaraannya tumbuh tahun ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.