Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset Arkeologi Harus Jadi Pondasi Pembangunan Daerah

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Riset Arkeologi Harus Jadi Pondasi Pembangunan Daerah Doc: Antara
Ket. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia wilayah Bali dan Nusa Tenggara Iwan Kristiawan (tengah) menjelaskan tentang proses ekskavasi kepada para siswa yang mengikuti program Belajar Bersama Arkeolog Cilik di Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (22/4)

Mataram - Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) wilayah Bali dan Nusa Tenggara Iwan Kristiawan mengatakan riset-riset arkeologi dapat menjadi pondasi dalam menentukan arah pembangunan suatu daerah.

"Arkeologi di dalam konteks itu (pembangunan) penting sekali karena yang bisa menjadikan temuan sebagai bukti ilmiah adalah arkeolog," ujarnya saat ditemui di Museum NTB, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Selasa (22/4).

Iwan menuturkan berbagai temuan artefak dari warisan para leluhur menjelaskan tentang alasan mereka mendirikan sesuatu bangunan tidak di sembarang tempat, seperti tempat-tempat yang merepresentasikan hubungan manusia dengan alam hingga manusia dengan Tuhan seringkali berada di kawasan yang tinggi.

Saat ini banyak situs bersejarah sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja akibat terdesak oleh pembangunan fasilitas pengolahan mineral maupun pengelolaan wilayah konservasi lahan-lahan yang dipakai untuk alih fungsi.

Dia mencontohkan wilayah Hu'u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, punya situ-situs makam leluhur yang berada di atas bukit masuk ke dalam wilayah eksplorasi pertambangan mineral.

"Orang mungkin melihat emas satu kilogram lebih berharga daripada satu kebudayaan. Prinsip-prinsip itu yang harus kita pikirkan," kata Iwan.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa bila semua pihak mampu mengelola suatu tempat secara berkelanjutan dengan mengacu kepada 17 tujuan global dalam pembangunan berkelanjutan atau SDGs, maka pengelolaan suatu kawasan yang sedang dibangun bisa menghidupi banyak generasi manusia.

Namun, jika kawasan itu dieksploitasi sampai habis membuat generasi lain cuma bisa mendengar cerita-cerita kejayaan masa lampau, sehingga setiap peristiwa penting harus bisa dikonservasi.

"Setiap daerah punya etnisitas dan identitas kawasan yang berbeda. Hal itu mempengaruhi gaya karakter dari pengelolaan sumber daya budaya atau sumber daya arkeologi," kata Iwan.

"Arkeolog harus bisa menyampaikan ini sebagai salah satu langkah penting. Ketika arkeolog berani berpikir bahwa ini harus dilestarikan, maka arkeolog harus berani juga memberikan solusi yang berhubung dengan keberlanjutan SDGs," pungkas dosen arkeologi Universitas Udayana tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.