Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Petani Solok Manfaatkan Teknologi Drone untuk Semprot Tanaman

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 20:55 WIB | Oleh:
Petani Solok Manfaatkan Teknologi Drone untuk Semprot Tanaman Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kumbang Jantan, Samsul Suhardi di Alahan Panjang, Selasa, mengharapkan uji coba tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi biaya produksi, serta menjaga kesehatan petani

Kelompok Tani (Keltan) Kumbang Jantan, Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, bekerja sama dengan NusaDrone dan DJI Agriculture melakukan uji coba penggunaan drone atau pesawat tanpa awak untuk penyemprotan dan pemupukan tanaman pertanian.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Kumbang Jantan, Samsul Suhardi di Alahan Panjang, Selasa, mengharapkan uji coba tersebut mampu meningkatkan efisiensi kerja petani, mengurangi biaya produksi, serta menjaga kesehatan petani.

Menurut dia, melakukan penyemprotan dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern menggunakan drone dapat menghemat hingga 30 persen penggunaan pestisida dan pupuk.

Ia juga mengatakan uji coba penggunaan drone tersebut telah diadakan pada Minggu (20/4) bersama NusaDrone dan DJI Agriculture serta juga dihadiri oleh penyuluh pertanian Kabupaten Solok, dosen Fakultas Pertanian Unand, dan Prof. Tafdil Husni dan Prof. Werry Darta Taifur, mantan Rektor Unand serta anggota kelompok tani lainnya.

Di samping itu pegiat pertanian Nofrins Napilus menambahkan, saat ini tantangan utama pertanian bukan hanya memperluas lahan, tetapi juga cara mengoptimalkan lahan agar hasil panen meningkat, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Salah satu solusinya adalah penerapan teknologi. Teknologi pertanian sangat relatif, yang penting sekarang adalah bagaimana petani bisa meningkatkan hasil panen dengan teknologi yang tersedia.

"Maka dari itu, kami mulai mengenalkan penggunaan drone kepada petani," katanya.

Selain efisiensi waktu dan tenaga, penyemprotan dengan drone juga dinilai lebih aman bagi kesehatan petani karena mengurangi kontak langsung dengan bahan kimia.

Nofrins menyebutkan hasil dari uji coba ini nantinya akan dilaporkan ke pemerintah daerah untuk dikaji lebih lanjut. 

Jika hasilnya positif dan berkembang, akan dibahas penerapannya secara mandiri oleh petani, dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

Selain itu, menurut dia, daerah Kabupaten Solok yang dikenal sebagai lumbung bawang merah nasional dengan lahan yang luas, berpotensi dalam penerapan teknologi drone tersebut.

Ia juga mengatakan potensi tersebut harus menjadi perhatian serius agar ke depan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah. Apalagi ditunjang keberadaan destinasi wisata Kabupaten Solok yang kini ramai dikunjungi wisatawan.

Lebih lanjut, Perwakilan NusaDrone-DJI Agriculture, Moh. Bahrun juga menyampaikan bahwa kegiatan uji coba tersebut menjadi tahap awal pengenalan teknologi drone kepada petani di daerah.

"Kami mencoba membagikan pengetahuan tentang teknologi drone di bidang pertanian. Kami ingin mengajak petani agar melek teknologi, dimulai dengan melihat, memahami, dan pada akhirnya bisa menggunakannya secara mandiri," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.