Paus Fransiskus Wafat: Warisan Paus Belas Kasih dari Ujung Dunia
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 16:00 WIB | Oleh: Henri pelupessyTak heran, ia dikenal sebagai “Paus Belas Kasih.” Ia sering mengatakan bahwa belas kasih adalah “udara yang kita hirup” dan menjadi inti dari spiritualitas kekristenan.
Diplomasi Damai dan Dialog Antaragama
Sejak terpilih pada 13 Maret 2013, Paus Fransiskus telah mengunjungi lebih dari 59 negara, termasuk Indonesia pada 2024.
Kunjungannya ke Jakarta menjadi momentum bersejarah: bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar—yang kini menjabat Menteri Agama RI—beliau menandatangani “Deklarasi Istiqlal,” sebuah seruan kuat untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama demi kemanusiaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Upaya dialog lintas agama juga terwujud dalam penandatanganan “Dokumen Abu Dhabi” pada 2019 bersama Imam Besar Al-Azhar.
Dokumen tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun persaudaraan umat manusia. Dalam setiap lawatannya, Paus tak henti menyerukan perdamaian, kasih universal, serta penghormatan terhadap martabat manusia.
Dalam pesan terakhirnya sebelum memberikan berkat Urbi et Orbi pada Minggu (20/4), Paus Fransiskus kembali menekankan pentingnya perdamaian dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengajak para pemimpin global untuk menolak logika ketakutan dan mengalihkan sumber daya demi kemanusiaan—untuk memerangi kelaparan, membangun kehidupan, dan menumbuhkan solidaritas global. “Inilah senjata perdamaian: senjata yang membangun masa depan, alih-alih menabur benih kematian,” ucapnya dalam pesan yang kini menjadi warisan spiritualnya.
Teladan Kesederhanaan dan Doa
Salah satu momen paling mengesankan dari kepausan Fransiskus adalah saat ia mencium kaki para pemimpin Sudan Selatan pada 2019.
Aksi simbolik ini menjadi seruan kuat untuk rekonsiliasi di tengah konflik berdarah di negara tersebut. Di situlah jiwa Paus Fransiskus: rendah hati, pembawa damai, dan pembela mereka yang terlupakan.
Ia telah kembali ke rumah Bapa, namun warisannya akan terus hidup: warisan iman, harapan, dan kasih yang menginspirasi jutaan orang lintas iman dan bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!