Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bursa Karbon Indonesia Kian Diminati, BEI Tetapkan Target 150 Pengguna Tahun Ini

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 21:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bursa Karbon Indonesia Kian Diminati, BEI Tetapkan Target 150 Pengguna Tahun Ini Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon.

JAKARTA - Bursa karbon hadir untuk mengurangi emisi gas rumah kaca secara efisien dan mendorong perusahaan atau negara untuk beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan.

Bursa Karbon bermanfaat untuk mendorong inovasi hijau dan efisiensi energi; memberi insentif finansial untuk mengurangi emisi; dan mendukung proyek lingkungan seperti konservasi hutan dan energi terbarukan.

Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon menargetkan terdapat sebanyak 150 pengguna jasa pada akhir 2025, yang berasal dari dalam negeri maupun mancanegara.

Per 17 April 2025, telah ada sebanyak 111 pengguna jasa IDXCarbon, atau meningkat 587 persen dibandingkan sebanyak 16 partisipan saat peluncuran pada 26 September 2023.

“Target kita tahun ini 150 pengguna jasa,” ujar Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik kepada awak media di Gedung BEI, Selasa (22/4).

Demi mencapai target itu, IDXCarbon akan terus melakukan sosialisasi ke berbagai negara, diantaranya Korea Selatan dan Jepang yang dinilai memiliki potensi tinggi dalam perdagangan karbon.

“Yang kita lihat potensial itu Korea dan Jepang. Jepang juga sudah menandatangani kerja sama dengan Indonesia,” ujar Jeffrey.

Menurutnya, Jepang menjadi salah satu negara prioritas karena sudah memiliki kerja sama yang ditandatangani dengan pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Ia menilai Korea Selatan sebagai pasar potensial yang sedang dijajaki untuk tujuan sosialisasi lebih lanjut.

Dalam perdagangan karbon domestik, Ia menjelaskan pengguna jasa (perusahaan) swasta masih mendominasi sebagai pembeli unit karbon.

Namun, ia memastikan juga terdapat perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) yang terlibat dalam perdagangan unit karbon

“Ada BUMN juga, tapi yang dominan masih dari sektor swasta,” ujar Jeffrey.

Direktur Utama BEI Iman Rachman menyampaikan, capaian transaksi perdagangan IDXCarbon lebih tinggi dibandingkan bursa- bursa karbon di negara lain.

Ia menyebut, capaian transaksi perdagangan IDXCarbon mencapai dua kali lipat dibandingkan bursa karbon di Jepang, juga yang ada di Thailand dan Vietnam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Nasional
SKK Migas Umumkan Kurangi E...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.