Tips Menghadapi Bully di Kantor
📅 Senin, 21 Apr 2025, 06:12 WIB | Oleh: Haryo BronoBerikutnya adalah langkah yang tidak kalah penting dalam menghadapi bully di kantor. Setelah kamu sudah cukup mengenali bentuk bully yang kamu terima, jangan takut untuk mengatakan kepada belaku bullying dampak yang kamu rasakan. Kesalahan utama dari korban bullying adalah memendam dampak yang ia rasakan dan justru merasa takut dengan pelaku bullying.
Jika kamu setengah-setengah atau bahkan sepenuhnya berdiam diri dengan pelaku bullying, sudah dapat dipastikan bahwa masalah tidak akan selesai. Cara penting dalam menghadapi bully di kantor adalah dengan mengatakan secara langsung dan jelas apa yang dia lakukan dan apa dampaknya terhadap dirimu.
Apalagi, tidak jarang dampak yang dirasakan oleh korban bullying di kantor memengaruhi pekerjaan secara profesional. Kasus bully di kantor tidak hanya dapat merugikan kamu secara pribadi, tapi juga karir kamu dan mungkin bahkan perusahaan secara jangka panjang. Pelaku bully perlu untuk mengetahui bahwa yang ia lakukan adalah bentuk bully terhadap orang lain.
3. Kumpulkan fakta dan bukti bentuk bullying
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika kamu tengah merasakan bentuk bullying terhadap kamu, penting untuk mengingat dan bahkan mencatat setiap detil dari perlakuan bullying tersebut. Pada umumnya, pelaku bullying cenderung lebih lihai dan punya segala cara untuk mengelak bahwa apa yang ia lakukan dapat termasuk ke dalam bullying. Oleh karena itu, penting untuk mengumpulkan fakta dan bentuk bullying kamu rasakan.
Dalam menghadapi bully di kantor, kamu harus punya strategi dalam membuktikan yang kamu rasakan nyata adanya. Pengumpulan fakta dan bukti bentuk bullying juga tidak terbatas pada kasus yang kamu rasakan terhadap dirimu saja, tapi juga bentuk bullying yang kamu lihat terjadi pada orang lain di sekitar kamu.
Bisa jadi, rekan kerja kamu merasakan hal yang sama namun memilih untuk diam. Oleh karena itu, mengumpulkan fakta dan bukti adalah cara yang penting untuk menghadapi bully di kantor.
Sebaiknya Anda baca juga:
4. Diskusikan bentuk bullying ke bagian HRD
Ketika kamu sudah melakukan cara untuk menghentikan perbuatan bully yang terjadi namun tidak juga membuat pelaku bully jera, saatnya kamu untuk mendiskusikannya kepada bagian HRD. Berikan bukti-bukti yang telah kamu kumpulkan sebelumnya untuk mempertegas keluhan kamu.
Jelaskan secara mendetil bagaimana bentuk bully yang kamu rasakan memengaruhi kamu secara pribadi juga memengaruhi pekerjaan kamu.
Mungkin kamu akan merasa bahwa langkah mendiskusikan tindakan bullying ke HRD adalah tindakan yang tidak tepat dan dapat membuat keadaan memburuk. Akan tetapi, percayalah bahwa tidak melakukan apa-apa justru akan membuat pelaku bullying dengan santai melanjutkan perbuatannya tanpa merasa bersalah.
Apa yang kamu rasakan mungkin juga dirasakan oleh rekan kerja kamu lainnya, atau mungkin lebih parah. Tidak ada salahnya mencoba untuk tidak hanya menyelamatkan diri kamu, tapi juga orang lain atau bahkan perusahaan kamu secara keseluruhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!