Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov Lampung Sepakati Pakta Integritas Pendidikan Klinik

📅 Senin, 21 Apr 2025, 23:40 WIB | Oleh:
Pemprov Lampung Sepakati Pakta Integritas Pendidikan Klinik Doc: ANTARA/HO-Pemprov Lampung
Ket. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat memberi arahan kepada peserta koas dan PPDS Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM).

Bandarlampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menyepakati pakta integritas pendidikan klinik mendukung komitmen disiplin klinik beretika dan pengawasan sistem pembelajaran peserta didik Koas dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

"Kasus pemerkosaan oleh dokter PPDS di Bandung yang menggegerkan publik menjadi perhatian serius. Kasus ini adalah pengingat keras bahwa sistem pembelajaran klinik di rumah sakit sudah harus berubah," ujar Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin (21/4).

Ia mengatakan sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUDAM) dan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung telah melakukan penandatanganan pakta integritas bersama.

"Pakta integritas tersebut memuat komitmen terhadap disiplin klinik yang beretika, pelatihan komunikasi bagi pembimbing, pengawasan sistem pembelajaran, dan pelaporan insiden secara aman bagi peserta didik Koas dan PPDS RSUDAM," katanya.

Dia menjelaskan dengan kasus-kasus tersebut maka perlu dilakukannya reformasi sistem pendidikan klinik secara menyeluruh.

"Peristiwa yang baru terjadi ini di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sungguh mengguncang dunia kesehatan. Tragedi ini menjadi refleksi mendalam atas pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan klinik yang aman, manusiawi, dan profesional,” ucap dia.

Dia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, bermartabat, dan profesional baik bagi pasien maupun tenaga medis yang sedang belajar.

"Sistem pendidikan klinik juga harus memperhatikan kesehatan mental dan integritas moral peserta didik. Kekerasan verbal, tekanan berlebih, dan kondisi kerja yang tidak manusiawi tidak boleh dinormalisasi," tambahnya.

Menurut dia, Provinsi Lampung membutuhkan dokter hebat yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara mental, dan tangguh secara moral. Hal tersebut hanya bisa dicapai bila lingkungan pendidikan membentuk dokter dengan kasih sayang, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Direktur RSUDAM Lukman Pura mengatakan pihkan kini mendidik lebih dari 390 orang peserta didik aktif dan sedang memperkuat kebijakan untuk menjaga keselamatan serta etika dalam seluruh proses pendidikan klinik.

Ia mengatakan langkah berani Pemerintah Provinsi Lampung itu menunjukkan bahwa daerah bisa jadi pelopor dalam menjawab isu nasional, bukan sekadar prihatin, tapi bergerak dengan solusi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

56 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.