Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Klub Liga 1 Terancam Pailit, Total Utang Gaji Pemain Tembus Rp 8,1 Miliar, PSSI Diminta Terapkan UU PKPU

📅 Senin, 21 Apr 2025, 10:15 WIB | Oleh:
Klub Liga 1 Terancam Pailit, Total Utang Gaji Pemain Tembus Rp 8,1 Miliar, PSSI Diminta Terapkan UU PKPU Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi Liga 1 Indonesia.

JAKARTA - Sepak bola Indonesia kembali tercoreng. Total utang gaji pemain di Liga 1 musim ini dilaporkan menembus angka fantastis: Rp 8,1 miliar. Tiga klub besar—PSIS Semarang, PSM Makassar, dan Persik Kediri—resmi dijatuhi sanksi oleh FIFA karena gagal membayar gaji pemain asing mereka. Situasi ini makin parah ketika beberapa pemain memilih mundur, tak kuat lagi menghadapi ketidakjelasan nasib di klub.

Krisis finansial klub Liga 1 bukan cerita baru. Beberapa tahun terakhir, sejumlah tim elite seperti Persija Jakarta, Barito Putera, hingga klub legendaris di Liga 2 dan 3 seperti Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Kalteng Putra juga tersandung kasus serupa. Bahkan, ada utang yang sudah diputuskan oleh NDRC sejak musim lalu, namun hingga kini belum juga dibayarkan.

“Kondisi ini menunjukkan lemahnya komitmen pengelolaan keuangan klub profesional di Indonesia. Buruknya manajemen, lemahnya pengawasan, serta minimnya ketegasan dari otoritas seperti PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuat masalah ini terus berulang,” ujar Koordinator save Our Soccer (SOS) di akun Instagram pribadinya, Senin (21/4).

Banyak pihak mulai bersuara. Desakan agar klub dengan kondisi finansial bermasalah dipailitkan melalui mekanisme Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) kian menguat. Langkah ini dianggap perlu demi menjaga marwah kompetisi dan melindungi hak-hak pemain yang selama ini menjadi korban.

“Jika masalah tunggakan gaji dibiarkan terus, bukan hanya integritas liga yang terancam. Lebih dari itu, situasi ini membuka celah praktik pengaturan skor (match fixing) yang dapat merusak masa depan sepak bola nasional,” sambung Akmal.

“Sudah saatnya PSSI bertindak tegas. Klub yang tidak mampu memenuhi kewajiban finansial harus diberi sanksi tegas, bahkan dikeluarkan dari kompetisi. Regulasi harus ditegakkan, dan budaya tunggakan gaji harus dihentikan. Sepak bola Indonesia butuh reformasi total. Jangan sampai ambisi membangun prestasi hanya menjadi utopia di atas fondasi yang keropos,” tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemkot Bogor Bongkar JPO Paledang

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Bogor Bongkar JPO Pa...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

Rekomendasi Acara Akhir Pekan, Ada Kumpul Bocah di TMII dan Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.