Kenali IBS, Si Perusak Mood yang Sering Datang dari Perut
📅 Senin, 21 Apr 2025, 22:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurut Dr I Ketut Mariadi, “Beberapa makanan tertentu dapat memicu gejala IBS, seperti makanan berlemak tinggi, pedas, berminyak, produk susu bagi yang intoleran laktosa, serta makanan tinggi FODMAP yang dapat menyebabkan fermentasi berlebihan di usus”.
Menjaga pola makan sehat dan menghindari makanan yang dapat memicu gejala akan membantu penderita IBS mengontrol kondisinya dengan lebih baik.
Ia menjelaskan, untuk mendiagnosa IBS bisa dilakukan dengan kriteria Rome IV, yaitu apabila pasien mengalami nyeri perut setidaknya sekali dalam seminggu dalam tiga bulan terakhir, dengan keluhan yang telah berlangsung selama minimal enam bulan.
IBS juga disertai dua dari tiga gejala berikut, pertama nyeri perut berhubungan defekasi, kedua nyeri perut berhubungan dengan perubahan frekuensi BAB (diare atau konstipasi), ketiga nyeri perut berhubungan dengan perubahan bentuk kotoran (cair, keras atau lembek).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dr I Ketut Mariadi menekankan, “Langkah pertama dalam menangani IBS adalah memastikan diagnosis yang benar. Pasien juga harus diberikan edukasi mengenai kondisi mereka agar dapat mengelola gejala dengan lebih baik”.
Terapi CBT
Karena faktor psikologis berperan dalam IBS, terapi psikologis seperti cognitive behavioral therapy (CBT) juga dapat membantu penderita mengelola stres dan mengurangi keparahan gejala.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penggunaan obat-obatan mungkin diperlukan dalam beberapa kasus, tetapi tidak cukup efektif jika tidak diimbangi dengan terapi non-farmakologis seperti perubahan gaya hidup dan manajemen stres.
“Penting bagi pasien untuk memahami bahwa IBS dapat dikontrol dengan pengelolaan yang tepat. Kombinasi antara perubahan gaya hidup, diet, serta pengobatan yang sesuai bisa membantu pasien hidup lebih nyaman,” kata Dr I Ketut Mariadi.
Ia menjelaskan, RS Siloam Denpasar Bali menawarkan layanan kesehatan komprehensif bagi pasien IBS dengan konsep one stop service, yaitu pasien dapat mengakses berbagai layanan medis dalam satu lokasi.
Layanan itu mencakup konsultasi dengan dokter spesialis gastroenterologi, pemeriksaan endoskopi dan kolonoskopi, program manajemen stres, hingga panduan nutrisi dari ahli gizi.
“Digestive Center di RS Siloam Denpasar Bali saat ini sedang dikembangkan, namun telah memiliki fasilitas khusus untuk menangani penyakit pencernaan dengan dukungan konsultan berpengalaman,” jelas Dr I Ketut Mariadi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!