Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Penajam Menilai Perlu Normalisasi Sejumlah Sungai untuk Antisipasi Banjir

📅 Senin, 21 Apr 2025, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Penajam Menilai Perlu Normalisasi Sejumlah Sungai untuk Antisipasi Banjir Doc: ANTARA
Ket. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur Muhammad Sukadi Kuncoro

PENAJAM PASER UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur menilai perlu dilakukan normalisasi terhadap sejumlah sungai agar tidak terjadi pendangkalan sebagai antisipasi terjadinya bencana banjir di daerah setempat.

"Sejumlah sungai perlu dinormalisasi segera, karena tingkat endapan lumpur sudah cukup tinggi," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Sukadi Kuncoro di Penajam, Senin (21/4).

Desa Bukit Subur mengusulkan normalisasi Sungai Riko dan dibangun embung, terutama di hulu sungai itu agar bisa menampung air.

Usulan tersebut menyusul sering terjadi banjir di Desa Bukit Subur akibat Sungai Riko meluap dan merendam pemukiman warga di desa itu.

Banjir di Desa Bukit Subur diakibatkan intensitas hujan yang cukup tinggi pada Minggu (20/4) hingga Senin (21/4) sekitar pukul 02.00 WITA, sehingga Sungai Riko meluap.

Kemudian, naiknya air Sungai Riko merendam rumah warga yang berada pada area rendah dan sekitar bantaran sungai, 10 rukun tetangga (RT) atau 141 kepala keluarga (KK) dengan 457 jiwa terdampak banjir.

"Banjir di Desa Bukit Subur selalu terjadi apabila hujan deras mengguyur dengan waktu lama," ujarnya.

Ketinggian air mencapai hingga dua meter dan di lantai rumah warga mencapai satu meter. Tetapi, warga tidak mengungsi, karena air segera turun perlahan seiring hujan mereda, Sungai Riko meluap karena terjadi penyempitan di badan sungai, terutama di wilayah yang berbelok dan harus dilakukan penanganan.

Normalisasi atau pengerukan sungai yang juga perlu dilakukan di Sungai Sesulu, Sungai Labangka, Sungai Sukaraja, Sungai Wonosari, serta Sungai Mentawir.

Berdasarkan pantauan kondisi sungai itu banyak dipenuhi sampah dan sedimentasi atau pengendapan material seperti batu, tanah dan lumpur, kata Muhammad Sukadi Kuncoro.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.