Lebarkan Sayap, Kemenekraf Jajaki Kolaborasi dengan Saudi Arabia
📅 Sabtu, 19 Apr 2025, 15:15 WIB | Oleh: Mohammad Zaki Alatas
Doc: Dok. Istimewa
JAKARTA– Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki peluang kolaborasi dengan Arab Saudi agar produk-produk lokal semakin dikenal di mancanegara. Rencana kerja sama ini merupakan bentuk orkestrasi kemitraan dalam bidang ekonomi kreatif.
Hal ini disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya saat pertemuan dengan Saudi Arabia-Indonesia Business Council di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, kemarin.
Riefky menyampaikan bahwa pertemuan tersebut sangat strategis untuk mempererat hubungan bisnis kedua negara, Arab Saudi dan Indonesia.
“Pertemuan ini sebagai awal untuk menjajaki potensi kolaborasi bidang ekonomi kreatif antara Indonesia dan Arab Saudi. Selain itu, kami percaya hubungan bilateral yang baik akan mempercepat pengembangan Ekraf ke berbagai negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/4).
Riefky menambahkan kolaborasi yang dilakukan kedua negara akan tetap mengacu pada rantai nilai yang selaras dengan apa yang telah ditetapkan Kemenekraf.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami punya rantai nilai mulai dari kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi. Rantai nilai ini akan berjalan jika kita berkolaborasi dan fokus. Misalnya, Arab Saudi bisa membantu di rantai nilai konsumsi atau distribusi,” katanya.
Staf Khusus Menteri bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Rian Syaf, turut menjelaskan peluang kolaborasi yang diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan perluasan kerja sama dengan mendorong komersialisasi produk Ekraf melalui ekonomi kreatif yang inklusif.
“Dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif inklusif, kita bisa kerjasama dalam hal infrastruktur Ekraf, pemasaran, insentif, fasilitasi kekayaan intelektual, maupun perlindungan karya kreatif. Untuk 5 tahun ke depan, kita membuat prioritas mana aset kreatif yang punya keunikan tersendiri. Fokusnya, bagaimana peningkatan produk-produk lokal mendapat penetrasi pasar level luas, khususnya di internasional,” ungkap Rian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, Menteri Ekraf Teuku Riefky mengatakan, ke depan kita akan lakukan pembuatan MoU agar semua yang direncanakan bisa termonitor dengan baik sehingga kolaborasi bisa terwujud.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, menyampaikan empat potensi kolaborasi yang bisa dilakukan Saudi Arabia dan Indonesia.
“Untuk kolaborasi, kita bisa lihat seperti apa Arab Saudi sebagai pasar yang menguntungkan bagi ekspor ekonomi kreatif Indonesia, terutama melihat aktivitas haji dan umrah. Dalam subsektor fesyen, juga bisa dilakukan kolaborasi antardesainer kedua negara untuk mengadakan peragaan busana atau pembukaan jenama pakaian lokal di Arab Saudi," katanya.
Selanjutnya, kuliner halal Indonesia (camilan, bumbu, dan kopi) bisa dipasarkan masing-masing negara. Terakhir, produk-produk kerajinan dari Indonesia pun bisa dipergunakan sebagai interior atau penunjang fasilitas hotel agar punya nilai tambah saat momen haji dan umrah.
Sementara Saudi-Indonesia Business Council menjadi salah satu dari 46 Saudi Foreign Business Councils yang dibentuk dan diawasi oleh Saudi GAFT (General Authority Foreign Trade). Salah satu tujuan terbentuknya Saudi-Indonesia Business Council untuk meningkatkan peluang investasi dari kedua negara yang berada dalam cakupan region bisnis.
Sementara itu Ketua Saudi-Indonesia Business Council, Ayman Bin Amin Sejiny mengungkapkan banyak informasi yang didapat dari pertemuan hari ini, baik dari Indonesia dan Saudi Arabia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!