Inklusif dan Berdaulat, Pemerintah Dorong Optimalisasi Pangan Lokal
📅 Kamis, 17 Apr 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: antara
JAKARTA – Optimalisasi bahan pangan lokal bisa mentransformasikan sistem pangan Indonesia secara lebih inklusif dan berkelanjutan. Upaya tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi erat antara para pemangku kepentingan terkait, termasuk Bappenas sebagai salah satu penggeraknya.
“Upaya kolaborasi Bappenas bersama stakeholder dan kelompok masyarakat ini terus kita dorong supaya terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, sehingga ke depannya sistem pangan kita bisa lebih sehat, inklusif, dan lebih resilient sebagai fondasi ketangguhan sistem pangan kita,” kata Koordinator Bidang Pangan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Ifan Martino dalam acara diskusi yang digelar secara hibrida, di Jakarta, Rabu (16/4).
Salah satu bentuk kerja sama lintas kementerian/ lembaga yang coba didorong adalah program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG). Ifan menilai, bahan pangan lokal yang beragam dan tersedia di berbagai wilayah membuka pasar konsumsi yang lebih luas.
“MBG didesain memanfaatkan bahan lokal, sehingga bisa mengoptimalkan bahan pangan yang tersedia di sekitarnya. Namun, kita perlu memastikan pasokannya berkelanjutan, bernutrisi, dan beragam,” kata Ifan.
Dia menambahkan MBG bisa sebagai market creation (mencintakan pasar) yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong keanekaragaman pangan lokal. “Tapi, ini bukan satu-satunya, masih bisa kita sasar market lainnya,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dibutuhkan Sinergi
Senada, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Rinna Syawal mengatakan program prioritas MBG membuka peluang besar terkait pemanfaatan keragaman bahan pangan lokal Indonesia. Setiap daerah atau wilayah di Indonesia memiliki banyak sumber karbohidrat hingga protein lokal yang bisa dimanfaatkan, dan pada akhirnya mampu membuka pasar konsumsi bahan pangan lokal lebih luas lagi.
“Ada pasar terbuka melalui program MBG. Itu peluang sangat besar untuk pemanfaatan pangan lokal. Ada potensinya, tapi kita harus mempersiapkannya dengan baik,” kata Rinna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Rinna, diperlukan adanya komitmen dan kerja sama antara para pemangku kepentingan terkait agar upaya mewujudkan menu MBG yang beragam dan sesuai dengan kekuatan masing-masing daerah di Indonesia. Karena itu, Rinna mengatakan penting bagi masing-masing pemerintah daerah (pemda) untuk mengenali potensi bahan pangan lokal yang mereka miliki, seperti sagu, jagung, hingga sorghum yang bisa dimanfaatkan dan diperkenalkan sejak dini kepada anak-anak yang menjadi salah satu target utama dari program MBG ini.
Sementara itu, Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kementerian Kebudayaan (Kembud) Syamsul Hadi mengatakan pihaknya ikut berperan untuk mengoptimalkan keberagaman bahan lokal demi ketahanan pangan di berbagai wilayah serta mempertahankan kearifan lokal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!