Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPBM Matangkan Penanganan Darurat Karhutla di Riau

📅 Kamis, 17 Apr 2025, 02:00 WIB | Oleh:
BNPBM Matangkan Penanganan Darurat Karhutla di Riau Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto (kanan) memimpin rapat koordinasi persiapan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mematangkan rencana aksi pencegahan dan penanganan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada musim kemarau tahun ini, dengan prioritas penanganan awal di Provinsi Riau.

Kepala BNPB Suharyanto dalam rapat koordinasi di Jakarta, Rabu, mengatakan Riau menjadi salah satu provinsi prioritas karena telah menetapkan status Siaga Darurat Karhutla, sekaligus sebagai sinyal untuk segera memberikan dukungan sumber daya, baik personel, peralatan maupun pendanaan yang berasal dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah setempat.

“Puncak musim kemarau diprediksi mulai bulan Juni. Jadi betul, saat ini sudah mulai rapat koordinasi dan akan menggelar apel kesiapsiagaan pada akhir April nanti,” kata dia.

Langkah kesiapan dilakukan melalui rapat koordinasi secara hybrid antara perwakilan kementerian/lembaga dengan Pemerintah Provinsi Riau yang digelar di Graha BNPB, Jakarta.

Rapat ini juga menjadi bagian dari Desk Koordinasi Penanganan Karhutla yang dibentuk oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

BNPB dalam hal ini menyiapkan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung pembasahan lahan gambut dan pengisian embung guna mencegah potensi kebakaran.

Menurut Suharyanto, peluang pertumbuhan awan hujan di wilayah Riau pada April masih cukup tinggi untuk mendukung pelaksanaan OMC.

“Gubernur Riau sudah bersurat, dan saya sudah perintahkan untuk segera melaksanakan OMC,” kata dia.

Kepala BNPB menilai bahwa OMC terbukti efektif dalam penanganan bencana, seperti saat banjir di wilayah Jabodetabek pada Maret lalu. Pola kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan diterapkan kembali, dengan pelaksanaan OMC siang hari oleh daerah dan malam hari oleh BNPB.

Selain itu, BNPB juga akan menempatkan satu unit helikopter patroli dan tiga unit helikopter water bombing untuk mendukung penanganan karhutla di Riau.

Menurut dia, langkah antisipatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan potensi bencana karhutla, yang kerap berdampak luas pada lingkungan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.

“Pelaksanaan OMC pagi dan malam hari ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan saat itu. Sehingga 24 jam daerah-daerah yang dikhawatirkan akan terlindungi,” kata Suharyanto menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.